Timika, Torangbisa.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika memastikan tetap melakukan pemeliharaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kota Timika.
Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta kondisi cuaca.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (22/07/2026), menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait jalan rusak di Kota Timika.
“Semua jalan di Timika yang mengalami kerusakan tetap kami lakukan pemeliharaan sesuai dengan kondisi keuangan yang ada. Jadi, pelaksanaannya menyesuaikan dengan ketersediaan dana,” ujar Yoga.
Menurutnya, selain keterbatasan anggaran, faktor cuaca juga menjadi kendala utama dalam pekerjaan pemeliharaan jalan, khususnya saat proses penambalan menggunakan aspal.
“Kegiatan pemeliharaan tergantung cuaca juga. Kalau mau gelar aspal tidak bisa hanya satu titik saja. Itu harus dihitung oleh konsultan agar pelaksanaannya efektif. Selain itu, kita membutuhkan cuaca panas supaya hasil penambalan maksimal. Kalau dilakukan saat hujan atau kondisi jalan basah, aspal tidak akan bertahan lama dan bisa terlepas lagi,” jelasnya.
Meski demikian, Yoga mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan kondisi jalan rusak. Menurutnya, informasi dari warga sangat membantu pemerintah dalam menentukan lokasi yang perlu segera ditangani.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang terus memberikan informasi, karena tidak semua ruas jalan dapat dipantau setiap hari oleh petugas PUPR. Informasi dari masyarakat sangat berharga. Tim kami akan turun melakukan survei, menghitung tingkat kerusakan, kemudian menentukan waktu penanganannya,” katanya.
Selain itu, Yoga juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah, terutama fasilitas drainase di sepanjang jalan.
Ia menyoroti masih adanya oknum yang mencabut besi penyaring sampah (grill) yang dipasang pada saluran drainase. Padahal, fasilitas tersebut berfungsi menyaring sampah agar tidak masuk dan menyumbat saluran air.
“Kami mohon pengertian masyarakat agar tidak mengambil atau mencopot besi-besi penyaring yang dipasang pada drainase. Fasilitas itu memiliki maksud dan tujuan, yakni mencegah sampah masuk ke saluran sehingga tidak terjadi penyumbatan yang dapat mempercepat kerusakan jalan maupun menyebabkan genangan air,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Yoga berharap masyarakat terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga infrastruktur daerah.
“Semoga apa yang menjadi tanggung jawab kita, dapat kita jalankan dengan baik dan benar,” pungkasnya.

















