Scroll untuk baca artikel
Organisasi

Papeda YPMAK Petakan Alumni Penerima Beasiswa, Lulusan Belum Bekerja Jadi Perhatian

×

Papeda YPMAK Petakan Alumni Penerima Beasiswa, Lulusan Belum Bekerja Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Ketua Papeda YPMAK Timika, Hilarius Dolame dan pengurusnya (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com — Pengurus Papeda YPMAK Timika mulai melakukan pendataan terhadap para alumni penerima program pendidikan yang dibiayai melalui PT Freeport Indonesia dan YPMAK sebagai bagian dari persiapan program pembinaan sumber daya manusia (SDM) tahun 2027.

Ketua Papeda YPMAK Timika, Hilarius Dolame, mengatakan pendataan tersebut penting dilakukan untuk mengetahui secara pasti keberadaan, latar belakang pendidikan, pekerjaan hingga posisi para alumni setelah menyelesaikan pendidikan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal itu disampaikan Hilarius saat diwawancarai awak media di kantornya, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, pendataan tidak hanya dilakukan terhadap alumni yang telah bekerja, tetapi juga mereka yang belum mendapatkan pekerjaan, telah meninggal dunia, maupun alumni yang kini menduduki jabatan strategis, termasuk sebagai gubernur, bupati, pimpinan OPD maupun bekerja di berbagai perusahaan.

“Data ini kita kumpulkan untuk melihat alumni kita sekarang ada di mana, bekerja di mana, posisinya apa, dan siapa yang belum bekerja,” ujar Hilarius.

Ia menjelaskan, cakupan pendataan cukup luas karena para alumni penerima program pendidikan tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

Pendataan juga tidak hanya berpusat di Kabupaten Mimika, tetapi mencakup sejumlah provinsi serta berbagai kota studi tempat para alumni menempuh pendidikan.

“Sekarang sistemnya sudah berjalan. Data yang masuk baru sebagian kecil, mungkin sekitar tiga persen. Jadi kita belum bisa memastikan jumlah keseluruhannya,” jelasnya.

Hilarius menegaskan, data yang dikumpulkan secara khusus menyasar alumni yang pernah mendapatkan pembiayaan pendidikan melalui program PT Freeport Indonesia/YPMAK bukan seluruh penerima beasiswa secara umum.

Data tersebut nantinya akan dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan, wilayah, suku hingga marga. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sebaran dan potensi SDM yang telah dihasilkan melalui program pembinaan pendidikan selama ini.

Hilarius mengatakan, pendataan alumni bukan sekadar untuk mengetahui jumlah lulusan, tetapi menjadi dasar evaluasi terhadap hasil program pendidikan sekaligus menentukan kebutuhan pembinaan ke depan.

Para alumni yang sudah siap bekerja akan dipetakan untuk kemudian diarahkan ke berbagai peluang pekerjaan, termasuk perusahaan yang berada di Papua maupun daerah lainnya.

“Yang sudah siap kerja kita akan lihat dan tempatkan sesuai kebutuhan. Ada yang bisa ditempatkan di perusahaan, sektor migas dan bidang lainnya,” katanya.

Sementara bagi alumni yang belum bekerja, akan dilakukan pemetaan lebih lanjut untuk mengetahui bidang keahlian yang dimiliki serta kebutuhan peningkatan kapasitas.

Mereka yang masih membutuhkan pendidikan lanjutan juga akan diarahkan untuk melanjutkan studi, mulai dari jenjang S1 hingga S2 dan S3.

“Kalau belum bekerja, kita lihat apakah perlu pendidikan lanjutan atau pelatihan. Kita ingin mereka punya kapasitas sehingga ke depan daerah tidak terus bergantung kepada tenaga dari luar,” ujarnya.

Ia berharap data yang dihasilkan nantinya dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menentukan kebijakan pengembangan SDM.

Dalam pelaksanaannya, tim Papeda YPMAK menggunakan sejumlah metode, mulai dari penyebaran formulir pendataan, koordinasi dengan instansi terkait, hingga turun langsung menemui alumni di daerah masing-masing.

Dalam waktu dekat, koordinator Papeda JP Mimika dijadwalkan melakukan kunjungan ke Semarang untuk menemui Yayasan Bintang Busi sekaligus melakukan pengambilan data secara langsung.

“Kunjungan ke Semarang ini merupakan salah satu langkah awal. Setelah itu, dalam tiga sampai empat bulan ke depan kita akan turun ke kota-kota studi dan kabupaten untuk melakukan pendataan lebih luas,” jelas Hilarius.

Ia mengatakan, hasil pendataan nantinya akan diolah dan dianalisis terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemberi dana dan pemerintah.

Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keberhasilan program pendidikan yang selama ini telah berjalan, termasuk bidang keahlian yang sudah banyak tersedia maupun yang masih mengalami kekurangan.

Lebih lanjut Hilarius menilai, pengembangan SDM membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, yayasan serta para alumni.

Ia menyoroti pentingnya pengelolaan dana khusus untuk pendidikan agar memiliki sasaran yang jelas dan terukur.

Menurutnya, program pendidikan harus diarahkan untuk menghasilkan SDM yang mampu kembali berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Jangan hanya membangun infrastruktur. Kita juga harus membangun manusianya. Karena pembangunan itu pada akhirnya membutuhkan manusia yang berkualitas,” tegasnya.

Hilarius menyebut sejumlah alumni dari program pembinaan sebelumnya telah berhasil menjadi PNS, politisi, dosen maupun profesional di berbagai bidang.

Karena itu, keberadaan ikatan alumni dinilai penting untuk menghubungkan lulusan sekaligus memastikan keberlanjutan pembinaan SDM.

Hilarius berharap program pendataan dan pembinaan alumni dapat menjadi salah satu instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas SDM.

Menurutnya, ketika satu orang dari sebuah keluarga atau marga berhasil memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang layak, dampaknya dapat dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Pendidikan dan pekerjaan ini kita harapkan bisa memutus rantai kemiskinan. Satu orang menjadi PNS atau profesional, dia bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya dan marganya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh alumni untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan yang akan dilakukan.

Hilarius memastikan pendataan tersebut tidak memiliki kepentingan tersembunyi, melainkan murni untuk mengevaluasi hasil program dan menyusun pembinaan SDM yang lebih tepat sasaran.

“Kami mohon kerja sama dari semua alumni. Isi data yang nanti disebarkan dengan benar supaya datanya lengkap dan akurat. Ini untuk kepentingan kita bersama dan keberhasilan program ke depan,” pungkasnya.