Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Opa Udin, Pelari Nabire Papua Tengah yang Siap Menginspirasi di Makassar Half Marathon 2026

×

Opa Udin, Pelari Nabire Papua Tengah yang Siap Menginspirasi di Makassar Half Marathon 2026

Sebarkan artikel ini
Opa Udin, pelari asal Papua Tengah, menyampaikan kesiapan dan semangatnya menghadapi ajang Makassar Half Marathon 2026, (Foto: Nando/ Torangbisa.com). 

Timika, torangbisa.com — Genderang ajang bergengsi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 siap ditabuh di Anjungan Pantai Losari akhir pekan ini.

Di antara ribuan pelari yang akan memadati jalanan Kota Makassar, hadir satu sosok inspiratif dari ujung timur Indonesia, yakni Opa Udin, pelari tangguh asal Nabire, Papua Tengah, yang siap membuktikan bahwa olahraga adalah milik semua usia. Timika, Kamis (28/5/2026).

Keikutsertaan Opa Udin di MHM 2026 bukan sekadar mengejar garis finis atau medali, tetapi membawa semangat dan inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Papua Tengah, agar semakin mencintai gaya hidup sehat melalui olahraga lari.

Menjelang perlombaan, Opa Udin mengaku telah mempersiapkan diri secara serius dengan latihan rutin dan penguatan mental demi menghadapi tantangan rute 10 kilometer hingga 21,1 kilometer di kategori Master.

“Persiapan saya berfokus pada latihan konsisten dan penguatan mental untuk menghadapi rute ikonik Makassar. Saya memastikan tubuh beradaptasi dengan kondisi lintasan melalui long run yang terjadwal rapi,” ujar Opa Udin.

Selama 3 hingga 4 bulan terakhir, ia menjalani program latihan intensif dengan disiplin tinggi demi tampil maksimal di ajang tersebut. Namun, perjalanan menuju garis start tidak selalu mudah.

Opa Udin mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga konsistensi waktu antara pekerjaan, istirahat, dan latihan.

Meski begitu, semangatnya tidak pernah surut. Opa Udin memilih memasang target sederhana namun penuh makna: finis dengan sehat, bahagia, dan tanpa cedera.

“Target utama saya adalah membawa pulang medali finisher ke Nabire dengan kondisi sehat, bahagia, dan strong finish,” katanya.

Untuk menjaga kebugaran menjelang lomba, Opa Udin menerapkan pola latihan tapering, menjaga kualitas tidur minimal 7 hingga 8 jam setiap hari, serta rutin melakukan peregangan setelah latihan.

Ia juga disiplin menjaga pola makan dengan metode carbo-loading dan memperhatikan asupan cairan tubuh demi menjaga energi saat berlomba nanti.

Bagi Opa Udin, Makassar Half Marathon adalah panggung untuk menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif dan sehat.

“Saya ingin membuktikan bahwa umur hanyalah angka dalam hal kebugaran fisik,” tegasnya.

Di akhir perbincangan, Opa Udin menitipkan pesan menyentuh kepada generasi muda, khususnya di Nabire dan Papua Tengah, agar tidak takut memulai olahraga lari meski dengan keterbatasan.

“Mulailah dari sekarang. Jangan menunggu punya sepatu mahal untuk mulai berlari. Nikmati prosesnya dan jangan terburu-buru mengejar jarak jauh. Konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan,” pesannya.

Kisah Opa Udin menjadi bukti nyata bahwa semangat, disiplin, dan kemauan kuat mampu menembus batas usia maupun daerah asal.

Dari Nabire menuju Makassar, Opa Udin siap menginspirasi Nusantara lewat setiap langkah di atas aspal Makassar Half Marathon 2026.