Timika, Torangbisa.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika terus melakukan pembenahan sistem pembinaan olahraga melalui pendataan seluruh cabang olahraga (cabor) yang menjadi anggota KONI Mimika.
Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda mengatakan proses pendataan cabang olahraga telah dimulai sejak 25 Juli 2026 dan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun olahraga prestasi di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, pada tahap awal KONI Mimika telah menyiapkan format pendataan dalam bentuk Google Form yang kemudian dibagikan kepada masing-masing pengurus cabang olahraga untuk diisi dan dikembalikan ke sekretariat KONI.
“Pada tahap awal ini kami menyiapkan format data dalam bentuk Google Form, kemudian dibagikan kepada masing-masing cabor untuk diisi dan dikembalikan ke KONI Mimika. Setelah itu, kami akan mengundang setiap cabor untuk bersama-sama melihat, memverifikasi, dan memasukkan data mereka secara lebih detail,” ujar George Deda.
George Deda yang juga merupakan legenda dan mantan atlet nasional Rugby Indonesia menjelaskan, hingga satu minggu pelaksanaan pendataan berjalan, baru lima cabang olahraga dari total 28 cabor yang telah menyerahkan data mereka kepada KONI Mimika.
“Kami berharap cabor-cabor lainnya dapat segera memasukkan data yang dibutuhkan sehingga proses pendataan ini bisa berjalan maksimal dan menghasilkan basis data olahraga yang lengkap,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa data dasar yang saat ini sedang dihimpun meliputi daftar cabang olahraga yang menjadi anggota KONI Mimika serta status kepengurusan masing-masing cabor, baik yang masih aktif maupun yang belum aktif.
Menurutnya, keberadaan database olahraga yang akurat dan terintegrasi sangat penting untuk mendukung pengambilan kebijakan serta perencanaan program pembinaan atlet di masa mendatang.
“Database ini menjadi dasar bagi KONI dan masing-masing cabor untuk melihat perkembangan pembinaan dan prestasi yang telah dicapai. Dengan data yang lengkap, kita bisa mengukur kemajuan setiap cabang olahraga secara objektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, pria yang saat ini menjadi pelatih Rugby menegaskan bahwa data yang tersusun dengan baik akan menjadi acuan penting dalam menentukan berbagai program strategis olahraga daerah, termasuk pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga keikutsertaan atlet Mimika pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kalau data sudah terkumpul dan tertata dengan baik, maka akan sangat membantu kami dalam menyusun rencana dan tahapan pelaksanaan Porkab, menghadapi Porprov, hingga PON. Bicara prestasi olahraga harus terukur, terstruktur, dan terencana dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan olahraga prestasi tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan perkiraan atau asumsi semata, melainkan harus didukung data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Olahraga prestasi tidak bisa dibangun dengan ilmu kira-kira. Semua harus memiliki dasar yang jelas, terukur, dan berbasis data. Karena itu, pendataan ini menjadi program penting yang harus mendapat dukungan dari seluruh cabang olahraga,” ujarnya.

















