Timika, Torangbisa.com – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Natalia Raweyai, menegaskan pentingnya sinergi antara DPR, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI, serta para pelatih dalam menyusun program pembinaan olahraga, khususnya Papua Martial Arts (PMA), agar mampu mencetak atlet-atlet berprestasi.
Nancy yang merupakan anggota Komisi II DPR Provinsi Papua Tengah mengatakan, hingga saat ini belum ada pembahasan khusus mengenai pengembangan Papua Martial Arts karena pemerintah daerah dan seluruh mitra kerja masih berada dalam masa transisi.
“Di DPR saya berada di Komisi II yang menjadi mitra Dispora, dan tentu juga ada KONI. Saat ini karena masih baru dan semua masih dalam masa transisi, seingat saya memang belum ada rapat khusus untuk membahas bagaimana memajukan Papua Martial Arts,” ujar Nancy, Selasa (30/6/2026).
Meski demikian, ia menilai pembahasan mengenai pengembangan cabang olahraga tersebut harus segera dilakukan agar lahir program pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia olahraga saat ini sudah diketahui bersama, mulai dari keterbatasan program, anggaran, hingga penyediaan fasilitas latihan yang memadai bagi para atlet.
Nancy juga menekankan pentingnya melibatkan para pelatih dalam setiap proses penyusunan kebijakan. Ia menilai para pelatih memiliki pengalaman dan pemahaman langsung terhadap kebutuhan atlet sehingga masukan mereka sangat dibutuhkan.
“Pelatih-pelatih yang ada saat ini sangat berpengalaman. Karena itu kita harus banyak mendengarkan masukan dari mereka untuk menyusun program yang tepat, termasuk kebutuhan anggaran dan fasilitas agar prestasi atlet Papua Martial Arts terus meningkat ke depannya,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara DPR, Dispora, KONI, dan para pelatih dapat segera diwujudkan sehingga pembinaan olahraga bela diri di Papua Tengah semakin terarah dan mampu melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

















