Mimika

Masalah Lingkungan Perlu Menjadi Perhatian Bersama

×

Masalah Lingkungan Perlu Menjadi Perhatian Bersama

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika Johannes Rettob (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa berbagai persoalan lingkungan mulai dari sampah hingga saluran pembuangan, tidak lepas dari perilaku masyarakat di tengah rencana pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang segera direalisasikan tahun ini.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan penanganan cepat terhadap berbagai persoalan di lapangan. Namun, ia menilai sebagian masalah justru muncul akibat tindakan masyarakat sendiri.

“Kalau yang bisa langsung kita perbaiki, kita langsung eksekusi. Contohnya saluran pembuangan, itu sudah kita buat, tapi malah ditutup lagi oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan seperti membuka kembali saluran yang tertutup terus dilakukan agar fungsi infrastruktur tetap berjalan.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, terutama terkait pengelolaan sampah.

“Sekarang kita lihat sendiri, di bawah itu sampahnya luar biasa. Ini yang harus jadi perhatian bersama, karena masyarakat juga ikut membuat masalah itu,” tegasnya.

Terkait pengelolaan sampah, pemerintah daerah saat ini masih menangani langsung, sementara di tingkat distrik dan kelurahan mulai dikembangkan program bank sampah sebagai solusi jangka panjang.

“Sampah masih kita tangani, tapi di distrik dan kelurahan kita buat bank sampah. Itu ada nilai ekonominya, masyarakat bisa dapat uang dari situ, tapi belum semua mau memanfaatkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan salah satu komunitas yang telah berhasil mengelola sampah menjadi sumber pendapatan melalui sistem pengumpulan dan penjualan ke bank sampah.

Selain itu, Rettob juga mengungkapkan bahwa pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) akan mulai direalisasikan tahun ini, setelah tahap perencanaan rampung.

“Tahun ini perencanaan sudah selesai dan akan mulai dilakukan. Ada beberapa titik yang direncanakan, tapi sebagian masih dalam tahap awal,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku berhati-hati dalam menyampaikan lokasi pembangunan RTH ke publik, guna menghindari klaim sepihak dari masyarakat terhadap lahan yang akan digunakan.

“Kalau kita sampaikan terlalu cepat, biasanya langsung ada yang klaim lahan. Jadi kita atur strategi supaya pembangunan bisa berjalan lancar,” katanya.

Rettob menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan dan penataan lingkungan sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita terus edukasi, tapi masyarakat juga harus ikut menjaga. Ini tanggung jawab bersama,” tutupnya.