JAKARTA, (Torangbisa.com) — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Jefrey Chris Hutagalung, menilai kepemimpinan Bupati Mimika menjadi faktor utama di balik keberhasilan daerah tersebut meraih predikat sebagai wilayah dengan kepemimpinan toleransi terbaik tingkat nasional.
Pengakuan itu diberikan dalam ajang Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang diselenggarakan oleh SETARA Institute di Jakarta, Rabu, (22/4/2026).
Mimika dinilai berhasil membangun kehidupan sosial yang harmonis, inklusif, serta mampu merawat keberagaman di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ini bukan sekadar prestasi administratif, tetapi hasil dari kepemimpinan yang mampu merangkul semua elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama,” ujar Jeffrey, kepada media ini, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bupati Mimika, Johannes Rettob, pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui kebijakan yang inklusif serta dukungan nyata terhadap tokoh-tokoh lintas agama.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, FKUB, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan saling menghargai.
“Kerukunan tidak lahir begitu saja, tetapi dibangun melalui komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan yang terus dijaga bersama,” tegasnya.
Jefrey juga menyebut, penghargaan tersebut menjadi pesan kuat bahwa Mimika memiliki potensi besar sebagai contoh daerah yang berhasil merawat harmoni sosial di Indonesia.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan nilai-nilai toleransi di Mimika,” katanya.
FKUB Mimika berharap capaian ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan ke depan, seiring dengan komitmen bersama dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Sebagaimana diketahui, SETARA Institute secara rutin merilis Indeks Kota Toleran sejak 2015 untuk mengukur sejauh mana kota dan daerah di Indonesia mampu mempromosikan nilai-nilai toleransi dan inklusivitas.













