Scroll untuk baca artikel
Ads
Papua TengahPapua Terkini

Kandang Ditengah Pemukiman, Peternak Panen Ayam Potong, Warga Panen Lalat, Dinas Diminta Beri Perhatian Serius

×

Kandang Ditengah Pemukiman, Peternak Panen Ayam Potong, Warga Panen Lalat, Dinas Diminta Beri Perhatian Serius

Sebarkan artikel ini
Rumah warga saat diserang Lalat dari kandang milik pengusaha ayam Potong

Timika, (TORANGBISA) – Keresahan warga pemilik rumah yang bertetangga dengan kandang ayam sungguh sangat besar, pasalnya setiap hari harus dihadapkan dengan serbuan ribuan lalat yang datang dari kandang ayam yang bersebelahan dengan pemukiman warga.

Seperti yang di alami belasan kepala keluarga di jalan cempaka putih lorong terate wilayah distrik wania kelurahan kamoro jaya Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Atau sering disebut jalan arena lama. Warga setiap hari harus menghadapi serbuan ribuan lalat mulai pagi hingga sore hari di rumahnya.

Ads

Kandang yang letaknya bersebelahan dengan pemukiman warga di jalan tersebut, menimbulkan ribuan lalat berdatangan karena bau kotoran ayam yang menyengat karena tidak di bersihkan oleh pemilik kandang.

Berbagai upaya warga sekitar telah dilakukan agar pemilik kandang selalu menjaga kebersihan kandang agar tidak mengundang ribuan lalat berdatangan hingga ke pemukiman sekitar. Upaya yang dilakukan warga mulai menegur pemilik kandang dengan ramah, membantu memberikan obat pembasmi lalat hingga harus melaporkan perihal tersebut ke rt setempat, namun tidak mendapatkan respon baik dari pemilik kandang.

Hal tersebut sangat disesalkan warga, dimana akibat dari usaha ayam pedaging dan ayam petelur serta ternak lainnya di tanahnya, menimbulkan keresahan dan kerugian warga sekitar yang diantaranya tidak bisa menerima tamu di rumahnya, tidak dapat menggelar ibadah di rumah dengan mengundang banyak orang, karena banyaknya lalat berterbangan mulai dari teras rumah hingga dapur warga.

Upaya mandiri yang dilakukan warga saat ini hanya secara terus menerus membeli lem lalat hingga racun lalat yang di pasang di rumah masing-masing setiap harinya dengan uang pribadi terhadap sesuatu yang bukan menjadi urusan usaha warga sekitar.
Dikatakan warga sekitar, pemilik kandang tidak bertempat tinggal di area pemukiman tersebut hingga tidak merasakan langsung dampak ribuan lalat yang di timbulkan dari hasil usaha peternakan ayam tersebut.

Selain itu yang sangat diresahkan warga adalah masalah kesehatan warga di wilayah tersebut karena serbuan ribuan lalat yang masuk hingga ke dapur dan meja makan warga sekitar, dimana se ekor lalat dapat membawa penyakit dan dapat menempatkan larva lalat di makanan tanpa di ketahui.

Warga sangat mengharapkan solusi yang baik dari pemilik kandang maupun pemerintah daerah setempat melalui dinas peternakan dan kesehatan hewan untuk memberikan teguran keras dikarenakan kondisi tersebut sudah terjadi selama hampir tiga tahun belakangan ini.

Perihal keluhan warga tersebut, melalui dinas terkait langsung direspon Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika Martha.

Warga di minta untuk membuat Surat pengaduan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Lingkungan Hidup agar dapat di tindaklanjuti segera.

 

” Baik Pak, segera kami tindaklanjuti, ” ungkap Marta singkat merespon konfirmasi Media, pada Minggu siang (12/5/2024).

Ads