Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Mimika dalam kondisi aman dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Diana, Rabu (20/05/2026).
Menurut Johannes, secara umum ketersediaan BBM seperti solar industri, Pertalite, Pertamax dan jenis bahan bakar lainnya masih aman.
Namun antrean panjang yang terjadi belakangan ini dipicu oleh kepanikan masyarakat dan dugaan aksi penimbunan.
“Sebenarnya secara umum aman. Yang terjadi sekarang antre di mana-mana itu karena panic buying,” ujarnya.
Ia mengaku telah memerintahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pengawasan dan penindakan di lapangan.
“Kami sudah perintahkan Kadis Perindag, Satpol PP dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan, pengawasan, dan penindakan,” katanya.
Johannes menegaskan pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan penimbunan BBM demi keuntungan pribadi.
Menurutnya, saat ini mulai ditemukan indikasi adanya kendaraan yang melakukan pengisian BBM berulang kali dalam sehari.
“Tidak boleh ada satu mobil yang isi BBM dua kali dalam satu hari. Ini yang mulai kami lakukan pengawasan,” tegasnya.
Ia menduga sebagian masyarakat melakukan pembelian berlebihan karena panik, namun tidak menutup kemungkinan ada pihak yang sengaja memanfaatkan situasi untuk kepentingan bisnis.
“Kita tidak tahu apakah karena panik atau memang mau bisnis. Ini yang harus kita tindak,” ujarnya.
Karena itu, Johannes meminta masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM di Mimika karena pemerintah daerah terus melakukan pengawasan distribusi di lapangan.
“Kepada seluruh masyarakat tidak usah khawatir. Kami akan segera melakukan penindakan di pompa-pompa bensin,” tutupnya.


















