Mimika

Dukcapil Mimika Intensifkan Jemput Bola untuk Validasi Data OAP di Pesisir dan Pegunungan

×

Dukcapil Mimika Intensifkan Jemput Bola untuk Validasi Data OAP di Pesisir dan Pegunungan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika, Slamet Sutedjo (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika, Slamet Sutedjo, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pelayanan jemput bola ke wilayah pesisir dan pegunungan guna memastikan data kependudukan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), valid dan akurat.

Hal tersebut disampaikan Slamet Sutedjo saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (18/05/2026).

Menurutnya, pelayanan jemput bola terus dilakukan meski terkadang terkendala kondisi cuaca, terutama gelombang laut yang tinggi.

“Pelayanan jemput bola terus kita lakukan. Dua minggu lalu kami juga sudah membawa perlengkapan pelayanan dari Poumako, hanya memang kondisi laut dan gelombang masih kurang baik, sehingga kami menunggu cuaca membaik,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyisiran pelayanan administrasi kependudukan terus dilakukan ke wilayah pesisir maupun pegunungan karena sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut merupakan Orang Asli Papua yang perlu dipastikan terdata dengan baik.

“Kita ingin memastikan database masyarakat kita valid dan akurat sehingga bisa digunakan untuk pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, penyaluran bantuan sosial, dan kebijakan afirmasi lainnya bagi masyarakat Orang Asli Papua,” katanya.

Slamet menjelaskan, pada tahun 2026 Dukcapil Mimika telah merencanakan pelayanan ke sejumlah wilayah pegunungan seperti Singa, Arwanop, dan Jila. Namun pelaksanaannya tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan keamanan.

“Kalau di wilayah gunung selain cuaca, aspek keamanan juga harus dipertimbangkan matang-matang. Tapi pelayanan tetap akan kami jalankan seperti biasa karena ini bukan hal baru,” jelasnya.

Sementara untuk wilayah pesisir, intensitas pelayanan tahun ini ditingkatkan. Jika sebelumnya pelayanan hanya dilakukan satu kali dalam setahun di setiap distrik, kini ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun atau setiap semester.

“Supaya data benar-benar terupdate dengan baik, karena data ini menjadi basis dari segalanya,” tambahnya.

Terkait antusiasme masyarakat OAP dalam melakukan perekaman dan pencatatan administrasi kependudukan, Selamat menilai kesadaran masyarakat saat ini sangat tinggi.

“Menurut saya antusias masyarakat tinggi sekali. Kesadaran masyarakat luar biasa. Hanya memang kendalanya di akses menuju titik pelayanan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat setiap kali pelayanan dibuka di wilayah pegunungan maupun pesisir.

Petugas bahkan harus melayani masyarakat dari pagi hingga malam hari karena tingginya jumlah warga yang datang mengurus administrasi kependudukan.

“Setiap kali kami membuka pelayanan di wilayah gunung, petugas bisa melayani dari pagi sampai malam tanpa berhenti. Artinya masyarakat sangat merespon baik,” katanya.

Untuk mempermudah akses masyarakat, Dukcapil Mimika juga membuka pelayanan di wilayah Kokonao dan Atuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat pesisir barat maupun pesisir timur.

“Masyarakat dari pesisir barat bisa dilayani di Kokonao, sementara masyarakat pesisir timur bisa memanfaatkan layanan di Atuka ketika singgah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelayanan tersebut berjalan baik karena dilakukan bersama puskesmas setempat sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal.

Sementara untuk wilayah pegunungan Tembagapura, Slamet mengakui hingga saat ini belum tersedia pelayanan tetap karena keterbatasan fasilitas pendukung.

Namun pihaknya berharap pembangunan kantor dan jaringan listrik di wilayah tersebut segera terealisasi.

“Kami berharap pembangunan kantor dan listrik di Tembagapura cepat terealisasi. Kalau itu sudah ada, tentu pelayanan Dukcapil juga akan ditempatkan di sana supaya pelayanan bisa lebih maksimal,” pungkasnya.