Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika Johannes Rettob memantau langsung pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 di tiga lokasi ujian pada hari kedua, Jumat (28/8/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemetaan potensi dan kompetensi ASN berjalan tertib, transparan dan sesuai ketentuan.
Didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Mimika, Hermelina W. Imbiri, Johannes meninjau pelaksanaan ujian di SMP Negeri 2 Mimika, SMK Tunas Bangsa Mimika dan SMP YPPK Santo Bernardus Mimika.
Di setiap lokasi, Bupati mengecek kesiapan panitia, sarana dan prasarana pendukung serta menyapa para peserta. Ia juga memberikan semangat agar seluruh ASN mengikuti tahapan profiling dengan sungguh-sungguh.
Menurut Johannes, Profiling ASN merupakan bagian penting dalam membangun manajemen kepegawaian yang profesional dan berbasis sistem merit.
Melalui profiling, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran lebih objektif mengenai potensi, kompetensi, karakter hingga kualitas masing-masing ASN.
“Kami ingin melihat sejauh mana kualitas masing-masing pegawai, apakah memiliki kompetensi yang memadai, apakah integritasnya terjaga, dan apakah mampu menghadirkan inovasi dalam pekerjaan,” kata Johannes.
Ia menegaskan, hasil profiling nantinya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam menempatkan ASN pada jabatan maupun unit kerja yang sesuai dengan kompetensi dan potensi masing-masing.
“Agar ke depannya kita dapat menempatkan Bapak dan Ibu sekalian pada jabatan dan unit kerja yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki,” tegasnya.
Johannes juga mengingatkan peserta agar mengikuti ujian secara jujur, disiplin dan bertanggung jawab.
Menurutnya, sikap peserta selama mengikuti profiling juga dapat memberikan gambaran mengenai karakter dan kedisiplinan sebagai aparatur negara.
“Saya memiliki harapan besar kepada seluruh peserta. Isilah data dan ikuti tes ini dengan sungguh-sungguh dan sejujur-jujurnya. Dari kegiatan ini kita bisa melihat karakter nyata,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Johannes turut menyoroti kedisiplinan peserta, terutama terkait kehadiran tepat waktu. Ia mengapresiasi peserta yang hadir sesuai jadwal, namun masih menemukan adanya peserta yang datang terlambat.
“Saat saya datang meninjau, saya memperhatikan kedisiplinan. Ternyata ada peserta yang sangat disiplin, namun sayangnya ada juga yang terlambat hadir,” katanya.
Meski demikian, pemerintah tetap memahami peserta yang tidak dapat hadir karena alasan mendesak. Namun, Johannes mengingatkan bahwa pelaksanaan Profiling ASN saat ini diberikan secara gratis karena seluruh biaya ditanggung negara.
“Ada beberapa peserta yang menyampaikan permohonan izin karena memiliki urusan mendesak yang tidak dapat ditinggalkan. Hal tersebut kami maklumi dan pahami. Namun perlu diketahui, kesempatan pelaksanaan Profiling ini sepenuhnya gratis dan ditanggung oleh negara bagi kita semua,” jelasnya.
Kabupaten Mimika sendiri mendapat kuota Profiling ASN sebanyak 2.644 peserta. Johannes mengatakan pemerintah daerah tidak mempermasalahkan apabila nantinya terdapat peluang penambahan kuota.
Ia juga menyebut Profiling ASN pada waktunya akan menjadi bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi setiap ASN. Karena itu, peserta diminta memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah saat ini.
“Prinsipnya, Profiling ini suatu saat akan menjadi kewajiban. Jika tidak dimanfaatkan saat masih gratis, maka di masa mendatang apabila wajib dilaksanakan, biayanya harus ditanggung sendiri oleh yang bersangkutan,” pungkasnya.
Pemantauan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemkab Mimika dalam memastikan pelaksanaan Profiling ASN berjalan lancar sekaligus menjadi instrumen untuk mewujudkan tata kelola kepegawaian yang profesional, objektif dan sesuai kebutuhan organisasi.
















