Timika, Torangbisa.com – Pelaku usaha muda asal Kabupaten Mimika, Simon Haluk, memperkenalkan produk perdananya BeLL & Shine, sebuah produk pengusir nyamuk alami dengan konsep aroma khas Papua.
Produk tersebut diperkenalkan Simon dalam kegiatan launching dan bazar UMKM yang berlangsung di Eme Neme Yauware, Selasa (6/10/2026).
Saat ditemui awak media di stan miliknya, Simon mengatakan kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM tersebut merupakan langkah positif dari Pemerintah Kabupaten Mimika, terutama dalam membuka kesempatan bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.
“Menurut saya sebenarnya kegiatan ini positif. Selain positif, ini juga membantu masyarakat lokal dalam hal UMKM. Karena yang kita ketahui sendiri, UMKM itu adalah landasan utama di suatu daerah,” ujar Simon.
Ia memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah memberikan ruang bagi pelaku usaha muda untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta pemerintah daerah, karena telah memberikan peluang kepada anak muda seperti saya,” katanya.
Menurut Simon, anak muda pada dasarnya membutuhkan wadah untuk menyalurkan bakat, kreativitas dan potensi yang dimiliki.
“Kenapa saya bilang ini peluang? Karena pada dasarnya anak muda seperti kami ini hanya butuh wadah, butuh wadah untuk menyalurkan bakat dan potensi kita,” tuturnya.
Simon menjelaskan, produk yang dibawanya dalam kegiatan tersebut merupakan produk perdana yang baru diperkenalkan kepada masyarakat, yakni BeLL & Shine – Pengusir Nyamuk Alami Papua.
Produk tersebut hadir dengan dua varian aroma, yaitu Citronella dan Lavender.
“Produk yang saya bawa hari ini merupakan produk perdana, pertama juga yang saya bawa. Ini BeLL & Shine, pengusir nyamuk alami. Variannya ada dua, yang pertama Citronella dan yang kedua Lavender,” jelasnya.
Khusus varian Citronella, Simon menyebut produk tersebut terinspirasi dari serai yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat Papua.
Menurutnya, ide pengembangan produk tersebut berangkat dari potensi bahan alami yang ada di lingkungan masyarakat Papua, namun belum banyak dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kenapa saya buat produk ini? Saya terinspirasi dari masyarakat Papua, karena banyak yang memiliki atau menggunakan serai, tetapi belum banyak yang mengembangkannya menjadi produk seperti ini,” ungkap Simon.
Selain terinspirasi dari bahan alami Papua, Simon mengatakan kondisi lingkungan di Timika yang identik dengan keberadaan nyamuk juga menjadi salah satu motivasi dirinya untuk membuat produk tersebut.
Ia mengaku pernah mengalami situasi ketika obat malaria di Timika mengalami keterbatasan. Meski tidak mengingat secara pasti tahun kejadiannya, pengalaman tersebut menjadi salah satu dorongan baginya untuk mencari alternatif produk pengusir nyamuk berbahan alami.
“Timika ini pernah kehabisan obat malaria, entah tahun berapa saya lupa. Tapi itu menjadi salah satu motivasi saya untuk membuat ini,” ujarnya.
Simon menegaskan, produk BeLL & Shine tidak dibuat secara asal, tetapi melalui sejumlah proses, percobaan dan kajian sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.
Dalam materi promosi yang dipajang di stan, BeLL & Shine diperkenalkan dengan konsep “Pengusir Nyamuk Alami Papua”, dengan mengusung pesan “Aroma alami, perlindungan maksimal untuk keluarga Anda.”
Produk tersebut juga membawa tagline “Wangi Alami, Perlindungan Nyata”, serta sejumlah keunggulan yang ditampilkan dalam materi promosi, yakni aroma tahan lama, kualitas premium, terinspirasi dari alam Papua, serta “untuk semua perjalananmu”.
Salah satu produk yang ditampilkan adalah BeLL & Shine Citronella, dalam kemasan Eau de Parfum 50 ml.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Simon menggabungkan potensi bahan alami dengan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterima masyarakat luas.
Ia berharap BeLL & Shine tidak hanya menjadi produk perdana, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu produk UMKM lokal yang mampu membawa identitas Papua.
“Ini masih produk pertama saya. Mudah-mudahan ke depan bisa terus dikembangkan dan semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Simon juga berharap pemerintah daerah terus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk memperkenalkan hasil kreativitas mereka melalui kegiatan UMKM seperti yang digelar di Eme Neme Yauware.
Sebab, menurutnya, kesempatan untuk tampil dan memperkenalkan produk merupakan bagian penting dalam proses membangun usaha dari tingkat awal.
“Anak muda seperti kami hanya butuh wadah untuk menyalurkan bakat dan potensi yang kami punya,” pungkasnya.

















