Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Tiga Talenta PFA Kembali Dipanggil Timnas U-16, Asa Papua Menembus Panggung Nasional

×

Tiga Talenta PFA Kembali Dipanggil Timnas U-16, Asa Papua Menembus Panggung Nasional

Sebarkan artikel ini
Para pemain dari Papuan Football Academy dalam sesi latihan (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Jalan tiga talenta muda Papua menuju panggung sepak bola nasional kembali terbuka. Alfa Christiano Sawaki, Daniel Febrianto, dan Dicky Carthensz Marani mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Indonesia U-16 di Surakarta, Jawa Tengah.

Alfa yang berasal dari Nabire, Daniel dari Merauke, dan Dicky dari Jayapura dijadwalkan mengikuti TC mulai 12 September hingga 11 Oktober 2026. Hampir sebulan berada dalam lingkungan Timnas menjadi kesempatan penting bagi ketiganya untuk mengasah kemampuan sekaligus membuktikan kualitas di tengah persaingan talenta muda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pemanggilan ini juga menambah catatan positif Papua Football Academy (PFA) dalam pembinaan pemain usia muda. Sepanjang 2026, ini menjadi kali keempat siswa PFA mendapat kesempatan mengikuti TC Timnas U-16.

Direktur dan EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, menilai konsistensi tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dilakukan PFA mulai mendapatkan perhatian di level nasional.

“Ini merupakan pemanggilan keempat bagi siswa PFA untuk mengikuti TC Timnas U-16 selama tahun 2026. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, baik secara teknis, karakter dan mindset, sudah menjadi daya tarik tersendiri serta membuat Timnas Indonesia terus melirik anak-anak dari Indonesia Timur, secara khusus PFA, untuk mengikuti TC,” katanya (9/9/2026).

Menurut Claus, kesempatan yang diperoleh para pemain PFA bukan semata-mata soal jumlah pemain yang dipanggil. Lebih dari itu, kualitas dan kesiapan pemain untuk bersaing dengan talenta dari akademi-akademi sepak bola terbaik di Indonesia menjadi ukuran utama.

“Kami berharap pemanggilan siswa PFA ke Training Camp Timnas terus bertambah setiap tahun. Yang terpenting bukan hanya kuantitas pemain yang dipanggil, tetapi juga kualitas mereka agar mampu bersaing dan tampil bersama pemain-pemain terbaik dari akademi sepak bola di Indonesia,” ujarnya.

Direktur PFA Wolfgang Pikal juga menyambut antusias pemanggilan ketiga siswanya tersebut. Ia berharap Alfa, Daniel, dan Dicky mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memberikan kontribusi bagi Timnas Indonesia.

“Saya sangat gembira, PFA kembali mengantarkan siswanya untuk bersaing di level Timnas. Saya sangat optimis, siswa kami bisa berkontribusi untuk Tim Nasional Indonesia,” kata Wolfgang.

Bagi Wolfgang, keberhasilan pemain-pemain PFA menembus radar Timnas menjadi gambaran bahwa Papua dan kawasan Indonesia Timur memiliki sumber daya talenta sepak bola yang besar. Dengan pembinaan yang tepat, terarah, dan berkesinambungan, potensi tersebut diyakini mampu berkembang hingga ke level nasional.

TC Timnas U-16 sendiri menjadi bagian dari persiapan sepak bola usia muda Indonesia menghadapi sejumlah agenda ke depan, termasuk FIFA World Cup U-15, Piala Asia 2028, serta pembentukan Garuda United yang dipersiapkan tampil pada Elite Pro Academy (EPA) U-18 musim 2026/2027.

Bukan hanya tiga nama tersebut yang menjadi perhatian. Alumni PFA kelahiran 2011, Jasshen Janeiro Sokoy, kini melanjutkan perjalanan pembinaannya sebagai siswa Akademi Persebaya.

Jejak para pemain tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan di PFA mulai membuka jalur yang lebih luas bagi anak-anak Papua untuk melanjutkan karier sepak bola di luar daerah dan bersaing di level yang lebih tinggi.

PFA sendiri tidak hanya membentuk pemain melalui latihan sepak bola secara terstruktur. Program tersebut menggabungkan pembinaan teknis dengan kompetisi, pendidikan formal, pembentukan karakter, hingga pengembangan kepemimpinan.

Bagi Alfa, Daniel, dan Dicky, TC kali ini bukan sekadar kesempatan mengenakan atribut Timnas. Ini menjadi ruang pembuktian sekaligus tahap penting untuk meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman permainan, kondisi fisik, serta kesiapan mental menghadapi persaingan sepak bola kompetitif.

Ketiganya diharapkan mampu memanfaatkan setiap sesi latihan dan kesempatan yang diberikan selama pemusatan latihan. Performa mereka di Surakarta akan menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membangun karier di level nasional.

Di sisi lain, kehadiran tiga pemain PFA di TC Timnas U-16 diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi siswa-siswa lainnya. Bahwa dari Papua, jalan menuju panggung nasional terbuka selama talenta dibarengi kerja keras, disiplin, dan proses pembinaan yang konsisten.

Papua Football Academy merupakan program investasi sosial yang diinisiasi dan didanai penuh oleh PT Freeport Indonesia sebagai bagian dari komitmen pengembangan sumber daya manusia Papua melalui olahraga dan pendidikan.

Dengan menggabungkan pola pembinaan sepak bola modern, pendidikan formal, penguatan karakter, dan kepemimpinan, PFA terus berupaya mencetak generasi muda Papua yang tidak hanya mampu bermain sepak bola, tetapi juga siap bersaing dan membawa nama Papua ke panggung nasional.