Timika, Torangbisa.com – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Mimika, yaitu siswa-siswi SD Inpres 2 SP2 Timika menggalang dana secara sukarela untuk membantu masyarakat yang menjadi korban kebakaran besar di kawasan Dok V, Jayapura, Papua, pada 31 Agustus 2026.
Kebakaran tersebut menyisakan duka mendalam. Ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal dan ribuan warga terpaksa mengungsi di sejumlah lokasi, termasuk di sekitar kawasan Mandala.
Rasa prihatin itulah yang mendorong anak-anak SD Inpres 2 SP2 Timika melakukan penggalangan dana dengan cara sederhana, yakni mengumpulkan sumbangan secara sukarela dari seribu rupiah demi seribu rupiah.
Meski nilainya tidak besar, kepedulian tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi.
Komandan Mimika Respon Cepat (MRC), Agung Arie Perdhana, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II Baznas Mimika Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Kebencanaan, mengatakan bantuan dari anak-anak tersebut disalurkan melalui relawan MRC.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan dari anak-anak SD Inpres 2 SP2 Timika kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Hasil penggalangan dana digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan para pengungsi, di antaranya ikan dan lauk-pauk untuk dapur umum, perlengkapan bayi, minyak telon serta pakaian anak-anak.
Bantuan tersebut dititipkan kepada Relawan Mimika Respon Cepat, mengingat sejumlah personel MRC masih berada di Jayapura untuk membantu pemerintah setempat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak dan mengungsi.
Kepala Posko Kebakaran, mewakili Pemerintah Jayapura, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada anak-anak SD Inpres 2 SP2 Timika atas kepedulian dan bantuan yang diberikan.
Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi contoh bahwa rasa kemanusiaan dapat tumbuh sejak usia dini.
Agung berharap aksi sederhana tersebut dapat menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda Mimika agar selalu peka terhadap kondisi sosial dan penderitaan masyarakat lainnya.
“Semoga anak-anak ini menjadi generasi yang selalu peka terhadap kemanusiaan, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan Mimika selalu berada dalam lindungan Tuhan,” pungkasnya.
















