Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di Kampung T’singa dan Arwanop, Distrik Tembagapura, yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Mimika agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak segera dipenuhi.
Hal itu disampaikan Dev saat diwawancarai awak media di Hotel 66 Cenderawasih SP2, Sabtu (5/9/2026).
Dev mengatakan, jika tidak ada kendala, proses dropping bantuan pertama akan dilakukan pada Senin atau Selasa pekan depan dengan prioritas awal Kampung Arwanop.
“Kalau tidak ada halangan, Senin atau Selasa kami sudah mulai dropping pertama. Kami akan fokus pertama untuk Arwanop, setelah itu kami laksanakan lagi untuk T’singa,” ujar Dev.
Namun, pemerintah masih berkoordinasi agar bantuan untuk kedua kampung tersebut dapat dikirim sekaligus dalam satu kali penerbangan. Hal ini mengingat jumlah bantuan yang cukup besar.
Menurut Dev, total bantuan yang disiapkan mencapai sekitar 54 ton beras, ditambah minyak goreng sekitar 200 karton.
“54 ton itu bukan sedikit. Itu beras dengan minyak goreng. Kemarin sebenarnya 22 ton, kemudian ada penambahan dari bantuan pangan kedua. Jadi semuanya 54 ton, dengan minyak goreng sekitar 200 karton,” jelasnya.
Dev menjelaskan, pendistribusian bantuan ke T’singa dan Arwanop tidak mudah karena akses menuju wilayah tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur udara.
Pemerintah kini berkoordinasi dengan Bupati Mimika untuk menentukan pola dropping yang paling efektif sehingga bantuan benar-benar dapat diterima masyarakat tanpa menyulitkan mereka.
Pasalnya, apabila bantuan hanya diturunkan menggunakan pesawat di lokasi tertentu, warga dari kampung-kampung yang berada jauh dari titik pendaratan masih harus berjalan kaki dalam waktu lama untuk mengambil bantuan.
“Kalau pakai pesawat, memang bisa langsung kita turunkan di daerah sekitar situ. Tapi masyarakat masih harus jalan. Kalau misalnya kampungnya di Miniponogoma, mereka harus turun ke bawah. Dari bandara itu sangat jauh, bisa satu hari jalan,” katanya.
Karena itu, penggunaan chopper menjadi salah satu opsi yang sedang dibahas pemerintah.
“Kami sedang berkoordinasi dengan BAMUSKAM di T’singa dan Arwanop untuk dropping ini bagaimana. Apakah harus menggunakan chopper atau kami fokus dulu sesuai dengan anggaran yang ada,” ujarnya.
Dev menegaskan pemerintah tidak ingin masyarakat terdampak kekeringan semakin kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar.
“Intinya sesuai penyampaian Bapak Bupati, dia tidak mau ada masyarakatnya yang menjerit,” tegasnya.
Terkait kondisi terakhir, Dev mengatakan wilayah Tembagapura, khususnya kampung-kampung yang berada di atas, masih mengalami kondisi kering.
Bahkan, berdasarkan laporan masyarakat, persediaan air mulai berkurang.
“Situasi sampai sekarang di atas itu kering. Penyampaian masyarakat kemarin memang air mereka sudah kurang,” katanya.
Meskipun sempat terjadi hujan selama dua hari di wilayah Tembagapura, kondisi tersebut belum mengubah situasi secara signifikan.
“Kalau di Timika ada hujan beberapa waktu lalu, tetapi untuk Tembagapura beberapa hari kemarin memang ada dua hari masih hujan. Untuk selanjutnya masih tetap sama,” jelas Dev.
Ia berharap penyaluran bantuan pangan yang akan dilakukan dalam waktu dekat dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat T’singa dan Arwanop selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan dropping bahan makanan ini bisa menjadi bantuan untuk masyarakat yang ada di T’singa dan Arwanop,” pungkasnya.
















