Timika, Torangbisa.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengevaluasi pelaksanaan program Puskesmas Jalan Kaki (Pusjaki) dan Kunjungan Keluarga Sehat (Kaka Sehat) yang dilaksanakan seluruh puskesmas di Kabupaten Mimika.
Evaluasi tersebut diikuti tim Pusjaki dari puskesmas se-Kabupaten Mimika, Senin (31/8/2026).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Martubongs, mengatakan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup berbagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif, serta mampu menjangkau masyarakat sampai ke tingkat keluarga.
“Kondisi geografis Kabupaten Mimika yang terdiri dari wilayah dataran rendah, pegunungan dan pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan,” ujar Godfried dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan animo masyarakat untuk mendapatkan pelayanan di puskesmas masih rendah.
Karena itu, kunjungan rumah dinilai menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperoleh data kesehatan secara langsung.
“Dengan tantangan tersebut, kunjungan rumah menjadi solusi yang cepat dan tepat untuk menjangkau masyarakat sekaligus memperoleh data kesehatan secara langsung,” katanya.
Godfried menambahkan, evaluasi tidak hanya melihat pelaksanaan program secara umum, tetapi juga perkembangan masing-masing puskesmas dalam menjalankan Pusjaki dan Kaka Sehat.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Dinkes Mimika untuk menentukan tindak lanjut serta melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan program ke depan.
Ia berharap setiap puskesmas dapat menyampaikan berbagai kendala yang ditemukan di lapangan sekaligus mencari solusi bersama agar pelaksanaan Pusjaki dan Kaka Sehat semakin optimal.
“Yang kita evaluasi adalah bagaimana perkembangan dari setiap puskesmas. Kita diskusikan mengapa di sebuah puskesmas pelaksanaan Pusjaki tidak maksimal, padahal kita sama-sama berada di wilayah pesisir misalnya. Ini yang perlu kita lihat dan evaluasi bersama,” pungkasnya.















