Scroll untuk baca artikel
Mimika

PUPR Mimika Siapkan Perbaikan Mesin dan Listrik untuk Atasi Krisis Air di Amar

×

PUPR Mimika Siapkan Perbaikan Mesin dan Listrik untuk Atasi Krisis Air di Amar

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi Saat diwawancarai awak media (Foto: yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika merespons kesulitan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di Distrik Amar.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, mengatakan pihaknya saat ini masih dalam proses kontrak dengan pihak pengelola untuk mempercepat pelayanan sekaligus pemeliharaan sarana air bersih.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal itu disampaikan Yoga saat dimintai keterangan melalui WhatsApp, Selasa (25/8/2026).

Menanggapi informasi bahwa warga Amar mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak 17 Agustus 2026, Yoga mengatakan kondisi tersebut perlu dipastikan di lapangan.

“Kalau itu benar, karena kami masih proses kontrak dengan pihak pengelola untuk mempercepat pelayanan dan pemeliharaannya,” ujar Yoga.

Menurutnya, terdapat sejumlah instrumen mesin dan sistem kelistrikan yang perlu mendapat perbaikan maupun pergantian alat.

Perbaikan tersebut dinilai penting untuk memastikan sarana pelayanan air bersih dapat kembali berfungsi secara optimal.

“Karena ada beberapa instrumen mesin dan listrik harus melakukan perbaikan dan pergantian alat,” katanya.

Yoga mengatakan proses kontrak dengan pihak pengelola diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan dan pemeliharaan sarana air bersih di wilayah Amar dapat dipercepat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PUPR Mimika merespons kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah pesisir, terutama di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan sumber air.

Mimika

Timika, Torangbisa.com — Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kondisi paling terasa terjadi di Amar, sementara wilayah Kaipiraya juga mulai mengalami penurunan debit air kali dan menyusutnya sejumlah sumber air.