Timika, Torangbisa.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino dan potensi kekeringan yang dapat berdampak pada ketersediaan sumber air baku.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, saat dimintai keterangan melalui WhatsApp, Selasa (25/8/2026), mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi sejak dini untuk memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan.
Menurut Yoga, fenomena El Nino tidak otomatis membuat pelayanan air bersih terganggu. Namun, pemerintah tetap perlu mengantisipasi kemungkinan terjadinya penurunan debit pada sumber air utama.
“Kalau debit sumber air mengalami penurunan, PUPR akan melakukan pemantauan debit dan kondisi sumber air secara berkala. Kemudian menyesuaikan pola operasi dan distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah, terutama bagi wilayah yang sangat bergantung pada jaringan pelayanan air perpipaan.
Sebagai langkah antisipasi, PUPR akan mengoptimalkan sumber air alternatif berupa sumur cadangan yang telah dibangun oleh PT Freeport.
Yoga menyebut keberadaan sumber air cadangan tersebut menjadi salah satu aset strategis yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi penurunan debit pada sumber air utama.
Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan berbagai aspek teknis, mulai dari kapasitas debit dan kualitas air hingga kondisi pompa, jaringan, reservoir serta kemampuan sistem distribusi.
“Jadi bukan hanya berbicara mengenai ada atau tidaknya sumber air, tetapi bagaimana seluruh sistem dari sumber sampai ke rumah masyarakat dapat berfungsi dengan baik,” jelasnya.
PUPR, lanjut Yoga, juga akan melakukan monitoring sumber air baku secara berkala dan mengoptimalkan sumber air utama melalui pengaturan pola operasi.
Selain itu, kesiapan sumber air cadangan akan terus dipastikan agar dapat segera digunakan apabila kondisi membutuhkan.
Jika terjadi keterbatasan kapasitas, pola distribusi air akan diatur secara proporsional dengan tetap mengutamakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Memastikan sarana pompa, reservoir dan jaringan perpipaan dalam kondisi siap operasi, sehingga sumber air alternatif dapat segera dimanfaatkan apabila diperlukan,” katanya.
PUPR juga memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT Freeport dan pengelola sistem air minum, untuk memastikan kesiapan sumber air, sarana produksi hingga jaringan distribusi.
Yoga menegaskan, pemerintah tidak ingin menunggu sampai kekeringan terjadi baru mengambil tindakan.
“Prinsip kebijakan PUPR adalah tidak menunggu sampai terjadi kekeringan baru bertindak. Kita melakukan mitigasi dan menyiapkan sumber alternatif sejak awal,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan sumber air cadangan, termasuk sumur yang telah dibangun PT Freeport, menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan air masyarakat Mimika.
Meski demikian, pengelolaan sumber air tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data agar pemanfaatannya efektif, aman dan berkelanjutan.
“Pada akhirnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga pemerintah berkewajiban memastikan keberlanjutan pelayanan,” ujarnya.
Yoga memastikan PUPR Kabupaten Mimika siap mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menjaga pelayanan air bersih bagi masyarakat di tengah ancaman El Nino dan potensi kekeringan.

















