Timika, Torangbisa.com – Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf. Jozanda, mengungkapkan adanya dugaan aksi pembawaan paksa sejumlah warga oleh kelompok bersenjata setelah kontak senjata yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026.
Jozanda menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika terjadi penembakan pada pagi hari. Pasukan kemudian melakukan tindakan balasan hingga kelompok tersebut mundur.
“Setelah mereka menembak, kita membalas dan kemudian mereka mundur dan kita melakukan konsolidasi untuk mengecek personel dan materiel, kemudian melakukan penyisiran ke arah mereka mundur,” ujar Jozanda saat ditemui di jalan Hasanudin, Rabu (19/8/2026).
Dalam proses tersebut, pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui Danramil mengenai adanya sejumlah warga yang diduga dipaksa dibawa oleh kelompok tersebut.
Menurut laporan yang diterima, warga yang dibawa paksa tersebut terdiri dari anak-anak yang masih duduk di bangku kelas 3, 4 dan 6 SD. Selain itu, terdapat tiga orang berusia sekitar 18 tahun serta seorang perempuan berusia 17 tahun yang dilaporkan sedang hamil.
Jozanda juga menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut terdapat dua perempuan yang berusaha mempertahankan anak mereka agar tidak dibawa. Korban atas nama Neregingget Magai (48) tewas tertembak di lokasi kejadian, sedangkan Inkolung Aim mengalami patah tulang kaki setelah dilempar ke jurang.
“Sebagai makhluk yang berakal, kita tahu bahwa itu merupakan perbuatan yang biadab, tidak manusiawi dan keji,” tegasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kodim 1710/Mimika bersama unsur terkait langsung merespons dengan mengirimkan satu tim satuan tugas (Satgas) untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
“Kita langsung merespons dengan mengirimkan satu tim Satgas untuk mengejar pelaku ini. Dibutuhkan usaha yang keras dan nanti akan ada hasilnya,” katanya.
Dandim meminta masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk tetap bersabar. Ia memastikan pihaknya akan terus berupaya menangani kejadian tersebut sekaligus memberikan perkembangan informasi kepada media.
“Kami mohon bersabar. Kami akan meng-update informasi kepada media supaya semua tahu apa yang terjadi di pedalaman dan bagaimana kita sedang berjuang untuk membantu masyarakat kita yang berada di pedalaman,” pungkasnya.
Hingga kini, upaya pengejaran dan penanganan terhadap dugaan pembawaan paksa warga tersebut masih dilakukan. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi para korban dan perkembangan operasi akan disampaikan setelah adanya hasil dari tim di lapangan.
















