Timika, Torangbisa.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika menggelar Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D dan Kursus Wasit Lisensi C-2 yang diikuti masing-masing 25 peserta, terdiri atas 25 pelatih dan 25 wasit sepak bola dari Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 Agustus 2026, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, S.Pd., mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob. Pembukaan dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (3/8/2026).
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris Dispora Mimika Albertin Timang, instruktur pelatih PSSI Wolfgang Pikal, instruktur wasit PSSI Jumadi, serta dua instruktur lainnya dari PSSI.
Sekretaris Dispora Mimika, Albertin Timang, yang mewakili Kepala Dispora Yohanis Michael Yanwarin, S.STP., M.M., mengatakan pelaksanaan kursus ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang sepak bola, khususnya bagi pelatih dan wasit di Kabupaten Mimika.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkuat pembinaan sepak bola di Mimika dengan meningkatkan kompetensi para pelatih dan wasit. Dari total 50 peserta, sebanyak 25 orang mengikuti kursus pelatih Lisensi D dan 25 orang mengikuti kursus wasit Lisensi C-2,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh instruktur didatangkan langsung dari PSSI Pusat, sedangkan pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika.
Sementara itu, Fransiskus Bokeyau menilai pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang sepak bola. Menurutnya, kualitas pelatih dan wasit menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan pembinaan olahraga di daerah.
“Kegiatan ini menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas SDM sekaligus memperkuat tata kelola organisasi sepak bola di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kursus yang digagas Dispora Mimika merupakan bagian dari proses pembinaan sepak bola yang berkelanjutan sekaligus menjadi kesempatan bagi generasi muda dan organisasi olahraga untuk meningkatkan kualitas serta mendukung program pemerintah dalam mencetak prestasi sepak bola.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit perlu dilakukan secara berkesinambungan mengingat sepak bola merupakan olahraga yang paling diminati masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan agar standar kualitas pelatih dan wasit di Mimika semakin meningkat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Fransiskus mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh hingga selesai, sehingga mampu melahirkan pelatih yang profesional dan wasit yang kompeten untuk memimpin berbagai turnamen maupun kompetisi sepak bola di Kabupaten Mimika.

















