Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

SMK YAPIS TIK Mimika Lepas Empat Siswa Wakili Papua Tengah di LKS Nasional 2026, Digembleng Intensif Dua Pekan

×

SMK YAPIS TIK Mimika Lepas Empat Siswa Wakili Papua Tengah di LKS Nasional 2026, Digembleng Intensif Dua Pekan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan pelepasan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada para peserta LKS Nasional serta sesi foto bersama seluruh peserta, guru pembimbing, dan pengurus Yayasan YAPIS Cabang Kabupaten Mimika sebagai bentuk dukungan dan doa agar kontingen Papua Tengah mampu meraih hasil terbaik di tingkat nasional (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – SMK YAPIS TIK Mimika secara resmi melepas empat siswa yang akan mewakili Provinsi Papua Tengah pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2026. Pelepasan berlangsung di SMK YAPIS TIK Mimika, Sabtu (25/07/2026), dihadiri Ketua YAPIS Cabang Kabupaten Mimika, Muhammad Saad Lausiri, Kepala SMK YAPIS TIK Mimika Muhamad Samsudin, dewan guru, orang tua, serta para siswa.

Empat siswa tersebut akan berlaga pada tiga bidang lomba, yakni Autonomous Mobile Robotic, Cloud Computing, dan Digital Marketing. Mereka adalah Fatika Dianara Rahyamtel dan Marsya Nurdiana Putri (Autonomous Mobile Robotic), Raffa Zainul Arif (Cloud Computing), serta Mubaroq Irwansyah (Digital Marketing).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Ketua YAPIS Cabang Kabupaten Mimika, Muhammad Saad Lausiri, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para siswa yang berhasil lolos hingga tingkat nasional. Menurutnya, para peserta bukan hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah.

“Kalian adalah duta Papua Tengah. Jaga kesehatan, jaga nama baik sekolah, dan berikan kemampuan terbaik. Jangan takut memikirkan hasil, tetapi tampilkan inovasi dan karya terbaik untuk bangsa dan negara,” pesannya.

Ia mengatakan, kesempatan mewakili Papua Tengah merupakan kebanggaan tersendiri karena tidak semua siswa SMK memperoleh kesempatan tampil di tingkat nasional. Karena itu, ia meminta seluruh peserta tetap disiplin, menjaga sikap, memperbanyak doa, serta menunjukkan semangat juang selama mengikuti kompetisi.

Sementara itu, Kepala SMK YAPIS TIK Mimika, Muhamad Samsudin, mengatakan pelaksanaan LKS Tingkat Nasional akan berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Jakarta. Seluruh kontingen dijadwalkan kembali ke Timika pada 2 Agustus 2026.

Menurutnya, hingga saat ini panitia nasional masih merahasiakan lokasi pasti pelaksanaan lomba maupun materi yang akan diujikan kepada peserta.

“Informasi lokasi lomba masih dirahasiakan. Soal-soal kompetisi juga belum dibocorkan kepada peserta. Karena itu, selama hampir dua minggu terakhir kami terus melakukan pembinaan intensif kepada keempat siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lomba Autonomous Mobile Robotic akan dilaksanakan secara luring (tatap muka) karena membutuhkan pengujian langsung menggunakan perangkat robot. Sementara Cloud Computing dan Digital Marketing dilaksanakan secara daring dengan penilaian langsung oleh dewan juri nasional.

Samsudin mengungkapkan, seluruh biaya peserta mulai dari transportasi, akomodasi hingga kebutuhan selama mengikuti lomba ditanggung pemerintah melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) di bawah Pusat Prestasi Nasional. Adapun biaya pendamping sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah.

“Yang ditanggung pemerintah adalah seluruh kebutuhan peserta. Sedangkan biaya pendamping atau pembimbing menjadi tanggung jawab sekolah,” katanya.

Selain mempersiapkan peserta LKS Nasional, SMK YAPIS TIK Mimika juga kembali mencatatkan prestasi akademik. Salah satu siswanya berhasil lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi Papua Tengah pada bidang Informatika.

Menurut Samsudin, capaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya mampu bersaing di bidang vokasi, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang sains.

“Ini menjadi sejarah bagi kami. Biasanya OSN identik dengan SMA, tetapi kami ingin membuktikan bahwa siswa SMK juga mampu bersaing di bidang sains, khususnya informatika,” ujarnya.

Ia berharap siswa atas nama Febrian Putra Pratama mampu melaju hingga tingkat nasional dan mengharumkan nama Papua Tengah.

Di sisi lain, Samsudin mengakui sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana, terutama perangkat Mobile Robotic yang digunakan dalam latihan dan perlombaan.

“Harga satu set robot untuk kompetisi sekitar Rp130 juta. Selama ini kami masih meminjam atau menyewa peralatan dari sekolah lain. Mudah-mudahan ke depan SMK YAPIS bisa memiliki perangkat sendiri agar pembinaan siswa semakin maksimal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bidang Autonomous Mobile Robotic di SMK YAPIS dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler sehingga dapat diikuti seluruh siswa lintas jurusan yang memiliki minat di bidang teknologi dan pemrograman.

Meski demikian, Samsudin menegaskan pihak sekolah tidak membebani peserta dengan target juara. Menurutnya, yang paling penting adalah para siswa mampu tampil percaya diri dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan selama proses pembinaan.

“Kami tidak menekan anak-anak harus menjadi juara. Yang penting mereka berani menunjukkan kemampuan terbaik sesuai bekal yang telah kami berikan. Soal hasil dan juara, itu kami serahkan kepada Tuhan,” pungkasnya.