Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak melalui kegiatan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Penjangkauan Anak-Anak Terlantar yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Mimika tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Kabupaten Mimika, Yohana Paliling.
Dalam sambutannya, Yohana menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial yang telah menginisiasi forum koordinasi tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam menangani persoalan anak terlantar di Kabupaten Mimika.
“Pertemuan koordinasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam upaya memberikan perlindungan, pelayanan, serta pemenuhan hak-hak anak, khususnya anak-anak terlantar yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, anak merupakan amanah Tuhan sekaligus aset bangsa yang sangat berharga. Masa depan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana generasi muda diperlakukan, dididik, dilindungi, dan dipersiapkan sejak dini.
Namun demikian, Yohana mengakui masih banyak anak yang hidup dalam kondisi rentan, mengalami keterlantaran, kurang mendapatkan pengasuhan yang layak, hingga menghadapi berbagai persoalan sosial yang menghambat tumbuh kembang mereka.
“Penanganan anak terlantar tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, lembaga keagamaan, dan organisasi sosial memiliki tanggung jawab bersama dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, kesehatan, kasih sayang, perlindungan, dan kesempatan berkembang secara optimal.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap dapat menghasilkan data yang lebih akurat mengenai keberadaan anak-anak terlantar di daerah tersebut, membangun mekanisme koordinasi yang lebih efektif antar instansi, serta menyusun strategi penanganan yang komprehensif mulai dari identifikasi, penjangkauan, rehabilitasi sosial, pendampingan hingga reintegrasi sosial ke dalam keluarga dan masyarakat.
Selain itu, Yohana mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai sarana berbagi pengalaman, informasi, dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam penanganan anak terlantar di lapangan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar.
“Jangan biarkan ada anak yang kehilangan perhatian, kasih sayang, pendidikan maupun perlindungan. Mari kita bangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam mewujudkan Kabupaten Mimika yang ramah anak, aman, dan sejahtera,” katanya.
Menurut Yohana, anak-anak yang saat ini berada dalam kondisi rentan merupakan generasi penerus yang kelak akan melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu, investasi terbaik yang dapat dilakukan adalah memastikan mereka memperoleh kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, serta masa depan yang penuh harapan.
Ia optimistis dengan semangat kolaborasi, komitmen yang kuat, dan dukungan semua pihak, berbagai permasalahan sosial yang dihadapi anak-anak terlantar di Kabupaten Mimika dapat ditangani secara lebih baik dan berkelanjutan.













img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />








