Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Papua Bidik Lompatan Ekonomi, Forum Investasi 2026 Dorong Hilirisasi dan Kesejahteraan OAP

×

Papua Bidik Lompatan Ekonomi, Forum Investasi 2026 Dorong Hilirisasi dan Kesejahteraan OAP

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan Papua Economic and Investment Forum (PEIF) ke-2 tahun 2026 (Foto: Nando/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan memperkuat komitmen membangun ekonomi Tanah Papua melalui pelaksanaan 2nd Papua Economic and Investment Forum (PEIF) 2026 yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn.

Mengusung tema “Mengakselerasi Pertumbuhan Papua Melalui Sinergi Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan”, forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah daerah dari Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan, bersama Bank Indonesia, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, serta stakeholder pembangunan lainnya.

Forum tersebut membahas berbagai isu penting mulai dari kondisi ekonomi regional, peluang investasi daerah, hilirisasi sumber daya alam, penguatan konektivitas antarwilayah, hingga pemberdayaan UMKM dan Orang Asli Papua (OAP).

Dalam pemaparannya, Yulianto menyampaikan bahwa perekonomian Papua menunjukkan tren pertumbuhan yang positif meski di tengah tantangan ekonomi global. Salah satu pendorong utama adalah peningkatan konsumsi pemerintah yang tumbuh 3,5 persen dibanding kuartal sebelumnya sebesar 0,56 persen.

“Pertumbuhan ini mengindikasikan bahwa percepatan belanja pemerintah mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah, khususnya pada sektor konstruksi dan pelayanan publik,” ujarnya.

Data yang dipaparkan menunjukkan sektor konstruksi tumbuh 4,65 persen dan ekspor meningkat 5,7 persen. Kondisi ini menandakan pembangunan infrastruktur dan perdagangan komoditas unggulan Papua masih bergerak positif.

Papua Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5 persen dengan sektor jasa tumbuh 6,14 persen dan investasi meningkat hingga 7,9 persen.

Meski sektor pertanian mengalami perlambatan sekitar 1,5 persen, tingginya investasi menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi wilayah tersebut.

Sementara itu, Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan akibat kontraksi sektor pertambangan sebesar 13,2 persen. Namun konsumsi rumah tangga yang tumbuh 3,35 persen serta konsumsi pemerintah sebesar 1,13 persen berhasil menopang aktivitas ekonomi daerah.

Di Papua Tengah, struktur ekonomi masih didominasi sektor administrasi pemerintahan dengan kontribusi mencapai 50,5 persen. Di sisi lain, sektor pertanian tumbuh 6,46 persen dan konsumsi rumah tangga meningkat menjadi 2,13 persen.

Meski demikian, pertumbuhan investasi yang baru mencapai 2,9 persen menjadi perhatian untuk terus didorong ke depan.

Selain membahas pertumbuhan ekonomi, forum juga menyoroti inflasi Papua yang masih terkendali di kisaran 2,5 persen secara tahunan.

Yulianto menegaskan, masa depan pembangunan Papua harus berfokus pada hilirisasi industri berbasis sumber daya lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Papua memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menciptakan hilirisasi agar nilai ekonomi tidak keluar dari daerah, tetapi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Papua,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa investasi yang masuk ke Papua harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan melibatkan Orang Asli Papua dalam rantai ekonomi.

“Investasi terbaik di Papua bukan hanya berbicara tentang modal, mesin, atau lahan, tetapi bagaimana membangun ekosistem ekonomi yang tumbuh bersama masyarakat,” katanya.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, yang turut hadir dalam forum tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah dan perwakilan pemerintah yang hadir.

Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Papua.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan daerah yang hadir. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi pembangunan ekonomi di Tanah Papua,” ujar Emanuel.

Forum juga diisi dengan diskusi panel, pemaparan peluang investasi daerah, penguatan infrastruktur ekonomi, serta penyusunan proyek prioritas yang akan ditawarkan kepada investor nasional maupun internasional.

Melalui 2nd Papua Economic and Investment Forum 2026, pemerintah daerah berharap Papua mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur yang maju, kompetitif, dan tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat adat serta pembangunan yang berkelanjutan.