Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya mendorong pengelolaan dan pemanfaatan tailing PT Freeport Indonesia secara terarah, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Review Penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika Tahun 2028.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Petrus Paliamba, yang berlangsung di ruang rapat Mall Pelayanan Publik (MPP) lantai 3, Dinas Dukcapil Kabupaten Mimika, Kamis (21/05/2026).
Dalam sambutannya, Petrus Paliamba mengatakan pengelolaan tailing merupakan isu strategis yang membutuhkan perhatian serius, tidak hanya dari aspek lingkungan, tetapi juga ekonomi, sosial, tata ruang, hingga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Penyusunan dan review master plan ini menjadi langkah penting agar pengelolaan tailing dapat dilakukan secara terarah, terukur, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat serta daerah, khususnya Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika memandang tailing tidak hanya sebagai sisa hasil kegiatan pertambangan, tetapi juga sebagai potensi sumber daya yang dapat dikembangkan melalui pendekatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi multipihak.
“Dengan perencanaan yang baik, kawasan tailing dapat diarahkan menjadi kawasan produktif yang mendukung pengembangan industri, infrastruktur, riset, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan seluruh proses pengembangan harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kelestarian lingkungan hidup, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta kesesuaian dengan regulasi dan tata ruang wilayah.
Dalam forum tersebut, Petrus berharap sejumlah hal penting menjadi perhatian bersama, di antaranya penetapan lokasi dan arah pengembangan kawasan yang realistis, kesesuaian dengan dokumen perencanaan daerah dan tata ruang, penguatan aspek legalitas dan kelembagaan, hingga kajian dampak lingkungan dan sosial secara komprehensif.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif akademisi, masyarakat adat, dunia usaha, dan pemerintah dalam proses perencanaan serta penyusunan roadmap implementasi yang terukur dan berkelanjutan.
“Saya berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif sebagai dasar pengambilan kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika ke depan,” ujarnya.
Menurut Petrus, pembangunan Mimika ke depan harus berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menghadirkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses review master plan tersebut.
“Semoga hasil dari kegiatan ini dapat menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan pembangunan kawasan tailing yang memberikan nilai tambah ekonomi, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Di akhir sambutannya, Petrus paliamba secara resmi membuka kegiatan Review Penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika Tahun 2028.


















