Pemerintahan

Pemkab Mimika Bangun Rumah Dinas Guru dan Nakes di Pesisir hingga Pedalaman

×

Pemkab Mimika Bangun Rumah Dinas Guru dan Nakes di Pesisir hingga Pedalaman

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai membangun rumah dinas bagi tenaga kesehatan, guru, dan pegawai pemerintah sebagai upaya mendukung pelayanan masyarakat di wilayah pesisir maupun pedalaman.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan pembangunan rumah dinas tersebut dilakukan secara bertahap dan telah masuk dalam program pemerintah daerah sejak tahun 2026.

Hal itu disampaikan Johannes saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Diana, Rabu (20/05/2026).

“Target kami memang karena persoalan yang tadi saya sampaikan, salah satunya belum ada perumahan. Karena itu perumahan guru, perumahan tenaga kesehatan, dan perumahan pegawai pemerintah mulai kita fasilitasi,” ujarnya.

Menurut Johannes, pembangunan rumah dinas tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi juga menyasar kawasan pesisir dan pedalaman Mimika.

“Semua wilayah. Memang itu tujuannya supaya mereka bisa merasa aman dan nyaman saat bertugas,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan rumah dinas menjadi salah satu solusi untuk mendukung pelayanan di daerah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas tempat tinggal bagi tenaga pelayanan publik.

“Sudah mulai dilakukan. Artinya perencanaannya sudah ada dan pembangunan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Johannes mengaku tidak menghafal secara rinci lokasi pembangunan tahun ini, namun beberapa rumah dinas sebelumnya telah dibangun di sejumlah wilayah seperti Kokonao dan beberapa titik lainnya di Mimika.

“Sudah ada yang dibangun di Kokonao dan beberapa tempat lain,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan tambahan pembangunan rumah dinas baru pada tahun ini.

“Tahun ini ada tambahan tujuh unit lagi yang sedang dipersiapkan,” katanya.

Johannes berharap keberadaan rumah dinas tersebut dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan motivasi tenaga kesehatan maupun guru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

“Semua ini dilakukan supaya pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih baik,” tutupnya.