Kabar Kampung

Distrik Mimika Baru Bergerak Cepat Antisipasi Banjir, Merlyn Temorubun Soroti Drainase dan Permukiman Padat

×

Distrik Mimika Baru Bergerak Cepat Antisipasi Banjir, Merlyn Temorubun Soroti Drainase dan Permukiman Padat

Sebarkan artikel ini
Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, turun langsung memantau sembilan titik banjir dan menyoroti persoalan drainase, (Foto: Nando/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, S.STP, mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi banjir dan genangan air yang melanda sejumlah wilayah di Kota Timika akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Pada 18 Mei 2026, Merlyn Temorubun bersama jajaran Distrik Mimika Baru turun langsung melakukan pemantauan di sembilan titik banjir dan genangan di Kota Timika.

Dari hasil peninjauan lapangan tersebut, ditemukan berbagai persoalan yang menjadi penyebab utama banjir, mulai dari drainase yang tidak memadai, sedimentasi, tumpukan sampah, hingga pertumbuhan permukiman yang tidak memperhatikan jalur aliran air.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan padat penduduk di Kebun Sirih. Di lokasi tersebut ditemukan banyak bangunan yang berdiri tanpa menyediakan ruang untuk drainase maupun jalur air lingkungan.

“Kami melihat langsung bahwa ada kawasan yang sudah sangat padat dan hampir tidak menyisakan ruang untuk air mengalir. Kalau jalur air ditutup, maka air pasti mencari jalannya sendiri ke rumah-rumah warga,” ujar Merlyn Temorubun.

Selain persoalan tata ruang, pihak distrik juga menemukan masih adanya warga yang membuang karung sampah dan material lainnya ke drainase maupun kali sehingga menyebabkan penyumbatan saluran air dan memperparah genangan saat hujan deras.

Sebagai langkah antisipatif, Distrik Mimika Baru telah menyiapkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mendorong pembentukan tim terpadu lintas OPD guna membahas mekanisme pengendalian banjir, perlindungan jalur air, serta penanganan kawasan rawan genangan secara menyeluruh.

Menurut Merlyn, penanganan banjir tidak boleh lagi dilakukan secara reaktif setelah bencana terjadi, tetapi harus dimulai dari langkah pencegahan, pengawasan lingkungan, dan penataan kawasan permukiman sejak awal.

Distrik Mimika Baru juga meminta dukungan data teknis berupa peta jalur air dan jaringan drainase kota dari OPD terkait sebagai dasar pengawasan dan penataan lingkungan di masa mendatang.

“Kalau bukan kita yang menjaga kota ini, siapa lagi? Karena ketika banjir dan bencana datang, yang paling pertama merasakan dampaknya adalah masyarakat sendiri,” tambahnya.

Pemerintah distrik pun mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke drainase dan kali, tidak menutup jalur air, serta memperhatikan dampak lingkungan dalam pembangunan rumah maupun tempat usaha.