Timika, Torangbisa.com – Ketua Perkumpulan Alumni Penerima Beasiswa Dana Kemitraan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (PAPEDA-YPMAK), Hilarius Dolame, menyoroti pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) di Kabupaten Mimika yang dinilai belum maksimal dalam membangun sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP), khususnya di sektor pendidikan.
Ia bahkan mempertanyakan kejelasan realisasi anggaran yang selama ini digelontorkan pemerintah daerah.
Hilarius meminta Pemerintah Kabupaten Mimika lebih serius memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua melalui pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang tepat sasaran.
Menurutnya, selama ini pemerintah pusat telah memberikan kewenangan besar kepada daerah melalui Otsus, termasuk pembagian anggaran yang sebagian besar langsung dialokasikan ke kabupaten untuk membiayai masyarakat Papua.
Namun ia menilai implementasi program di daerah belum menunjukkan hasil nyata, khususnya dalam bidang pendidikan.
“Anggaran itu besar, tetapi hasilnya mana? Pendidikan, kesehatan, ekonomi, terutama sumber daya manusia ini belum jelas arahnya,” kata Hilarius.
Ia menilai YPMAK selama ini telah membuktikan keberhasilan dalam mengelola program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Papua.
Bahkan, banyak alumni penerima beasiswa YPMAK yang kini menjadi pemimpin di Papua, mulai dari pejabat pemerintah, anggota DPR, hingga kepala daerah.
“Hasil dari program YPMAK itu nyata. Banyak yang sekarang jadi pimpinan, baik di pemerintahan maupun lembaga lainnya,” ujarnya.
Hilarius juga mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika untuk membangun kolaborasi resmi dengan YPMAK melalui nota kesepahaman atau kerja sama program agar pengelolaan pendidikan dan pengembangan SDM OAP lebih terarah.
Menurutnya, pengelolaan pendidikan sebaiknya dilakukan melalui satu pintu sehingga proses pembinaan, pengawasan, hingga monitoring peserta didik dapat berjalan lebih jelas dan terukur.
“Jangan banyak pintu dan banyak kepentingan. Pendidikan harus fokus supaya kualitas dan kuantitasnya jelas,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan manusia menjadi faktor utama untuk mencegah kemiskinan masyarakat Papua di masa depan. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pendidikan generasi muda Papua dari kampung hingga ke kota.
“Kalau hari ini kita tidak siapkan sumber daya manusianya, maka ke depan masyarakat kita akan tertinggal dan hidup susah di daerah sendiri,” tegasnya.
Hilarius mengatakan pola pembinaan yang selama ini diterapkan YPMAK telah berjalan nyata, mulai dari mendampingi anak-anak dari kampung untuk melanjutkan pendidikan ke kota hingga proses pembinaan selama menempuh pendidikan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas utama dalam penggunaan dana Otsus agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Papua.


















