TIMIKA, (Torangbisa.com) – Polemik tata kelola olahraga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kian memanas. Ketua Pengurus Cabang Olahraga (PCI) Mimika, Marjan Tusang, SH., MH, melontarkan kritik keras terhadap KONI Mimika setelah pihaknya tidak menerima undangan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang digelar pada Jumat, (1/5/2026).
Marjan menegaskan, Musorkab merupakan forum strategis yang menentukan arah pembinaan dan kepemimpinan olahraga daerah. Karena itu, tidak dilibatkannya sejumlah cabang olahraga dinilai sebagai persoalan serius yang mencederai prinsip transparansi dan inklusivitas.
“Ini bukan sekadar soal undangan. Ini soal bagaimana olahraga dikelola. Musorkab harus menjadi ruang bersama, bukan forum terbatas,” tegas Marjan kepada media ini, Sabtu (2/5/2026).
Ia menilai, sikap KONI Mimika berpotensi mengabaikan kontribusi nyata cabang olahraga yang selama ini telah mengharumkan nama daerah, bahkan di level nasional.
Sebagai contoh, ia mengingatkan bahwa dalam ajang PON XX Papua, kontingen Papua mencatat sejarah penting melalui cabang olahraga cricket.
“Perlu diketahui, tim cricket Papua berhasil meraih medali emas pertama bagi kontingen Papua di nomor super sixes. Itu bukti bahwa cabang olahraga yang mungkin dianggap kecil justru mampu mengukir sejarah besar,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut seharusnya menjadi refleksi bahwa seluruh cabang olahraga memiliki potensi dan harus diberi ruang yang sama dalam setiap proses pengambilan keputusan, termasuk dalam Musorkab.
“Jangan sampai cabang olahraga yang sudah terbukti berprestasi justru tidak dilibatkan. Ini ironi dalam tata kelola olahraga kita,” tambahnya.
Marjan juga menegaskan bahwa KONI sebagai induk organisasi olahraga harus mampu menjadi rumah bersama yang terbuka, profesional, dan akuntabel.
PCI Mimika menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan. Mereka berharap KONI Mimika segera berbenah dan kembali pada prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keadilan bagi seluruh cabang olahraga.
“Olahraga tidak boleh dikelola secara tertutup. Ini soal masa depan atlet Mimika,” tutup Marjan Tusang.















