Timika, Torangbisa.com – Persiapan pelaksanaan ajang Grassroot usia 10-12 tahun di Kabupaten Mimika terus dimatangkan. Hingga beberapa hari menjelang pembukaan, kesiapan lapangan dan aspek pendukung lainnya telah mencapai lebih dari 95 persen.
Ketua Komite Pengembangan Usia Muda Askab PSSI Mimika, Sofyan Madubun, mengatakan bahwa progres persiapan venue dalam dua hingga tiga hari terakhir menunjukkan perkembangan signifikan.
“Untuk kesiapan lapangan saat ini sudah sekitar 95 persen. Secara keseluruhan, persiapan kegiatan sudah di angka 95 persen dan kami optimis semua bisa rampung sebelum hari pelaksanaan,” ujarnya.
Ajang Grassroot ini, menurut Sofyan, menjadi fokus utama Askab PSSI Mimika dalam membangun fondasi sepakbola sejak usia dini.
Ia menegaskan bahwa pembinaan di level akar rumput merupakan kunci lahirnya talenta-talenta muda yang nantinya dapat memperkuat tim daerah.
“Grassroot ini adalah dasar dari pembinaan sepakbola. Kalau fondasinya kuat, maka ke depan kita akan memiliki banyak pemain potensial, termasuk untuk memperkuat Persimi Mimika,” jelasnya.
Turnamen tersebut direncanakan akan dibuka pada 5 Mei mendatang. Panitia berharap pembukaan dapat dihadiri oleh Bupati Mimika, Ketua Askab PSSI Mimika, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
Dukungan tersebut datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga yang menyediakan fasilitas lapangan, serta tenaga medis dari Puskesmas Wania yang turut membantu selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, klub-klub sepakbola lokal juga berperan aktif dalam menyukseskan turnamen ini, baik dari sisi partisipasi maupun dukungan teknis di lapangan.
“Dukungan dari Dispora sangat besar, terutama dalam penggunaan lapangan. Kami juga berterima kasih kepada tim medis dari Puskesmas Wania dan klub-klub yang ikut ambil bagian,” katanya.
Askab PSSI Mimika berharap ajang Grassroot ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat dijadikan agenda rutin tahunan, bahkan idealnya digelar dua kali dalam setahun.
Menurut Sofyan, keseimbangan antara latihan di Sekolah Sepak Bola (SSB) atau klub dengan kompetisi resmi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding anak-anak.
“Harapan kami kegiatan ini bisa rutin. Anak-anak tidak hanya berlatih, tetapi juga punya jam terbang melalui kompetisi. Dari situ kita bisa lihat perkembangan mereka secara nyata,” pungkasnya.















