Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Bentrok Dua Kelompok Warga di Kwamki Narama, Satu Tewas dan Sejumlah Orang Luka

×

Bentrok Dua Kelompok Warga di Kwamki Narama, Satu Tewas dan Sejumlah Orang Luka

Sebarkan artikel ini
Suasana perang di Kwamki Narama (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Aksi saling serang antar dua kelompok warga kembali terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, pada Kamis (16/4/2026) sore hingga malam.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, menjelaskan bahwa bentrokan terjadi secara berbalasan antara kedua kubu yang terlibat.

Situasi di lokasi sempat memanas sehingga aparat kepolisian mengalami kesulitan untuk masuk lebih jauh ke area konflik.

“Kalau dibilang saling menyerang, memang kedua kelompok saling baku jaga, jadi sulit dipastikan siapa yang memulai terlebih dahulu,” ujar Kapolsek.

Dalam insiden tersebut, satu korban dari kubu atas dilaporkan meninggal dunia akibat terkena panah. Sementara itu, sekitar sembilan hingga sepuluh orang dari kedua kubu mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD.

Korban meninggal dunia diketahui telah dimakamkan dengan cara dibakar di lokasi kejadian sekitar pukul 15.00 WIT sehari setelah insiden.

Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan dan pendekatan persuasif guna meredam ketegangan serta mencegah bentrokan susulan.

Aparat juga mengimbau kedua kelompok untuk menahan diri demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

“Saat situasi sudah kondusif, kami akan masuk untuk memberikan imbauan agar tidak terjadi konflik lanjutan,” tambahnya.

Hukum dan Kriminal

Tanah Merah, Torangbisa.com — Komando Operasi (Koops) TNI Habema bersama aparat gabungan berhasil melaksanakan evakuasi terhadap 44 warga pendulang emas dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan yang mengungsi akibat gangguan keamanan oleh kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) beberapa waktu lalu di wilayah tersebut, Senin (25/5/2026).