Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Ninapu Cari Korban Diterkam Buaya

×

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Ninapu Cari Korban Diterkam Buaya

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan bersama keluarga korban saat melakukan pencarian (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Memasuki hari kedua Operasi SAR korban diterkam buaya di Sungai Ninapu, Kampung Otakwa, Sabtu (23/5/2026), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Edi (30), seorang pencari karaka yang dilaporkan hilang setelah diterkam buaya.

Sejak pagi, tim gabungan yang terdiri dari personel Rescuer SAR Timika, keluarga korban, dan masyarakat setempat bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan enam unit long boat milik warga.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pencarian difokuskan di titik awal korban diterkam, termasuk menyusuri anak-anak sungai serta memeriksa semak belukar di sepanjang bantaran Sungai Ninapu yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban maupun buaya yang menerkamnya.

Suasana pencarian berlangsung penuh kehati-hatian mengingat kondisi sungai yang cukup berbahaya dan dikenal sebagai habitat buaya liar. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal agar korban segera ditemukan.

Sebelumnya, pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga pinggiran Sungai Ninapu. Namun hingga Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 WIT, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian pun kembali dilanjutkan hari ini dengan harapan korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

Hukum dan Kriminal

Yahukimo, Torangbisa.com – Tim gabungan Polres Yahukimo bersama Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus mengembangkan penegakan hukum terhadap perkara pembunuhan Almarhum Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes, personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz, yang terjadi pada 20 Juli 2026 di Jalan Pertanian, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Peristiwa

Timika, Torangbisa.com – Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf. Jozanda, mengungkapkan adanya dugaan aksi pembawaan paksa sejumlah warga oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah kontak senjata yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026.