Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Bergerak Cepat Polisi Amankan 8 Orang Terkait Bentrokan Antar Warga di Distrik Miktim Jauh 

×

Bergerak Cepat Polisi Amankan 8 Orang Terkait Bentrokan Antar Warga di Distrik Miktim Jauh 

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Kepolisian mengamankan delapan orang terkait aksi saling serang antara warga Kampung Fanamo dan Kampung Omawita, Distrik Mimika Timur Jauh (Miktim Jauh), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIT.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, mengatakan delapan orang tersebut saat ini diamankan di Polsek Mimika Timur untuk menjalani pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Delapan orang yang kami amankan. Sementara kami masih dalam pemeriksaan,” kata Alex saat dikonfirmasi Selasa (6/10/2026).

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi saling serang tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain busur panah, tombak, serta pecahan kaca. Polisi juga mendapati adanya kerusakan pada pagar SMP Negeri Omauga yang terdampak dalam kejadian tersebut.

“Barang bukti ada busur panah, tombak, dan pecahan kaca. Karena pagar sekolah juga dirusak, namun karena pagarnya berat, kami hanya foto sebagai dokumentasi,” jelasnya.

Alex menyebut, delapan orang yang diamankan di antaranya merupakan warga yang telah menyelesaikan pendidikan dan kembali bekerja di kampung.

Menurut Alex, dugaan awal pemicu konflik berkaitan dengan keberadaan SMP Negeri Omauga yang berdiri di wilayah Kampung Omawita. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan anggapan dari sebagian masyarakat Omawita bahwa sekolah tersebut merupakan milik kampung mereka.

Padahal, sekolah tersebut digunakan oleh anak-anak dari kedua kampung, baik Kampung Omawita maupun Kampung Fanamo.

“Karena sekolah itu berdirinya di Kampung Omawita, masyarakat Omawita menganggap sekolah itu milik mereka. Padahal anak-anak dari kedua kampung bisa sekolah di situ,” ujarnya.

Perselisihan tersebut kemudian berkembang setelah terjadi saling ejek hingga melibatkan orang tua dan masyarakat dari Kampung Omawita dan Fanamo.

“Dari awal itu ribut antara orang tua dengan orang tua dan kemudian melibatkan warga kampung setempat, baik dari Omawita maupun Fanamo,” kata Alex.

Dalam aksi saling serang tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat terkena anak panah dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Namun, dampak dari konflik tersebut juga berpengaruh terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan di kampung. Alex mengatakan tenaga kesehatan dan para guru untuk sementara telah kembali ke Timika demi menghindari kemungkinan terjadinya konflik susulan.

“Untuk sekarang tidak ada guru dan tenaga kesehatan di kampung. Mereka semua sudah kembali ke Timika,” ungkapnya.

Terkait situasi keamanan, Polsek Mimika Timur belum melakukan penambahan personel ke lokasi. Kepolisian memilih melakukan pendekatan dengan melibatkan kepala kampung dari kedua pihak untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Kami membawa kedua kepala kampung ke sini untuk sama-sama bersepakat, apakah diselesaikan secara kekeluargaan atau restorative justice (RJ), atau dilanjutkan proses hukum,” jelas Alex.

Ia menambahkan, kepolisian masih membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan apabila terdapat jalan keluar yang disepakati bersama, termasuk jika pihak sekolah memiliki solusi terhadap persoalan yang terjadi.

“Kalau memang ada jalan keluar dari kepala sekolah, maka kami kerjakan,” katanya.

Sementara itu, laporan polisi (LP) terkait kejadian tersebut telah dibuat dan proses pemeriksaan terhadap delapan orang yang diamankan masih berlangsung.

Hasil penyelesaian perkara nantinya akan dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, mengingat konflik tersebut turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Delapan orang masih kami amankan di Polsek Mimika Timur,” pungkas Alex.