Mimika

Antrean Mengular di Nawaripi, Stok Elpiji 12 Kg Kosong, Warga Beralih ke Tabung 5,5 Kg

×

Antrean Mengular di Nawaripi, Stok Elpiji 12 Kg Kosong, Warga Beralih ke Tabung 5,5 Kg

Sebarkan artikel ini
Warga antre panjang di agen elpiji PT. Mitra Intimatan, Nawaripi, Distrik Wania, Timika, akibat kosongnya stok tabung 12 kilogram. (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Keterbatasan stok tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram di Kabupaten Mimika kembali memicu antrean panjang warga di agen PT. Mitra Intimatam, yang berlokasi di Nawaripi, Distrik Wania, Kamis (9/4/2026).

Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi demi mendapatkan pasokan gas. Namun, kosongnya stok elpiji 12 kilogram memaksa masyarakat beralih ke tabung ukuran 5,5 kilogram yang masih tersedia sebagai alternatif kebutuhan rumah tangga.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean mengular hingga ke luar area agen. Warga bahkan rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan jatah, sementara sebagian lainnya memilih datang lebih awal untuk menghindari kehabisan stok.

Salah satu warga, Irsyad (27), mengaku kecewa setelah mengetahui tabung 12 kilogram yang dibawanya tidak bisa ditukar karena stok kosong.

“Saya sudah bawa tabung 12 kg, tapi sampai di sini dibilang kosong. Akhirnya harus balik lagi dan antre untuk yang 5,5 kg,” ujarnya.

Kekosongan stok elpiji 12 kilogram diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Pasokan baru dijadwalkan tiba pada 14 April 2026, sehingga masyarakat untuk sementara harus menyesuaikan kebutuhan dengan ketersediaan yang ada.

Menanggapi kondisi tersebut, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, menyampaikan bahwa distribusi tambahan sedang dalam proses pengiriman.

“Perkiraannya sekitar 5.000 tabung akan masuk pada 14 April 2026 dari dua agen, yaitu Musdalifa dan Indimatam,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kelancaran distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan dan kelangkaan.

“Kami harap warga membeli sesuai kebutuhan dan menggunakan elpiji secara bijak, supaya distribusi merata dan semua bisa kebagian,” pungkasnya.