Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah dasar guna melihat langsung kondisi pendidikan sekaligus memastikan arah kebijakan berjalan selaras di lapangan.
Dalam sehari, Anton bersama tim meninjau tujuh sekolah dari total 136 SD Inpres dan SD Negeri yang menjadi target kunjungan. Sebelumnya, ia juga telah menyambangi beberapa sekolah seperti SD Negeri Inauga, SD Inpres Sempan, dan SD Koperapoka 1.
Sementara sidak hari ini dilakukan di SD Inpres Timika 3, SD Negeri Amole Timika, SD Negeri 5 Timika Jaya, serta SD Inpres Timika 2.
Kunjungan ini bertujuan menyatukan persepsi antara dinas, kepala sekolah, dan guru dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Mimika.
Anton menilai pembangunan fisik sekolah di Mimika sudah cukup baik. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik tenaga pendidik maupun peserta didik.
“Fisik sekolah kita sudah memadai, tapi kualitas SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi fokus utama ke depan,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Anton juga menyoroti isu krusial terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia dengan tegas melarang adanya praktik pemotongan dana yang selama ini diduga mencapai 10 hingga 15 persen.
“Saya tegaskan, tidak boleh ada potongan dana BOS dalam bentuk apa pun. Jika ada oknum, apalagi dari dinas, segera laporkan. Pasti akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS agar benar-benar digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar, termasuk peningkatan kapasitas guru dan pemenuhan kebutuhan siswa, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Selain itu, Anton juga menyoroti persoalan birokrasi yang dinilai masih menyulitkan guru, terutama dalam pengurusan kenaikan pangkat. Ia meminta agar praktik administrasi yang berbelit segera dihentikan.
“Guru itu tugas utamanya mengajar. Jangan dipersulit dengan urusan administrasi. Kalau perlu, staf dinas yang turun langsung membantu,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Mimika tengah melakukan penataan ulang distribusi tenaga pendidik guna mengatasi ketimpangan, di mana terjadi penumpukan guru di sekolah negeri dan kekurangan di sekolah swasta.
“Kami ingin distribusi guru lebih merata, terutama di sekolah swasta yang banyak dihuni anak-anak OAP. Ini bagian dari pemerataan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Melalui sidak ini, Anton berharap seluruh elemen pendidikan di Mimika dapat bergerak dalam satu arah, dengan menjunjung tinggi transparansi, kolaborasi, dan komitmen bersama demi kemajuan pendidikan.
“Kami tidak ingin lagi berjalan sendiri-sendiri. Semua harus satu tujuan agar pendidikan di Mimika semakin maju,” pungkasnya.

















