Timika, Torangbisa.com – Lembaga Alkitab Indonesia menggelar kegiatan Pekan Alkitab yang berlangsung di Aula Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika, Selasa (31/3/2026).
Dalam Pekan Alkitab tersebut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot mewakili Pemkab Mimika.
Dalam sambutannya, Ananias Faot menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Alkitab Indonesia bersama Sekolah Kristen Kalam Kudus dan Persekutuan Gereja-Gereja Mimika yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pekan Alkitab tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, mulai dari seminar Alkitab untuk memperdalam pemahaman firman Tuhan, seminar digital yang mengangkat pemanfaatan teknologi dalam pelayanan, hingga pameran museum Alkitab yang menampilkan sejarah dan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa lembaga keagamaan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai iman sebagai fondasi utama kehidupan.
“Ini membuktikan bahwa gereja dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai spiritual,” katanya.
Lebih lanjut, Ananias Faot menegaskan bahwa Pekan Alkitab memiliki makna strategis, tidak hanya untuk memperdalam iman, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
Hal ini dinilai penting dalam memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial yang rukun, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Mimika yang responsif, energik, transparan, terampil, objektif, dan berdaya saing menuju “Gerbang Emas”.
Dalam upaya tersebut, pemerintah daerah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan berkarakter sebagai prioritas utama, sejalan dengan penguatan nilai budaya dan toleransi di masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian nyata dalam membangun manusia Mimika yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” tegasnya.


















