Timika, Torangbisa.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang dirangkaikan dengan pengajian akbar berlangsung khidmat di Hotel Serayu, Minggu (26/04/2026), dengan pesan kuat tentang peran perempuan, penguatan organisasi, serta pentingnya menjaga toleransi di tengah masyarakat.
Ketua PW NU Papua Tengah, Imam Mawardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Harlah ke-76 Fatayat NU yang dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat peran kader perempuan dalam organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan bahwa usia 76 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan kematangan Fatayat NU sebagai organisasi perempuan yang besar dan berpengaruh.
“Usia 76 tahun ini adalah usia yang sangat luar biasa. Fatayat NU diharapkan bisa menjadi penyeimbang, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat,” ujar Imam Mawardi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara peran dalam organisasi dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan dalam organisasi tidak terlepas dari keharmonisan dalam rumah tangga.
Selain pengajian, kegiatan ini juga diisi dengan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, hasil kerja sama dengan tenaga medis, termasuk dukungan dari dr.
Diki Adrian dan tim. Pemeriksaan yang diberikan tidak hanya sebatas diagnosa, tetapi juga disertai pemberian obat dan solusi kesehatan.
Imam Mawardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa peringatan Harlah tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus menjadi momentum peningkatan kualitas diri, penguatan silaturahmi, serta pengembangan kapasitas organisasi.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan lintas agama, suku, dan budaya demi mempertahankan Timika sebagai kota yang dikenal dengan nilai toleransi dan kebersamaan.
“Kalau tidak ada silaturahmi dan persaudaraan, saya yakin Timika tidak akan dikenal sebagai kota toleransi. Mari kita jaga kebersamaan ini,” tegasnya.











