Scroll untuk baca artikel
Religi

Dewan Hakim MTQ Mimika Tekankan Profesionalisme Penilaian untuk Jaring Qari dan Qariah Berkualitas

×

Dewan Hakim MTQ Mimika Tekankan Profesionalisme Penilaian untuk Jaring Qari dan Qariah Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Suasana lokasi lomba tartil dan tilawah di masjid baiturrahman distrik wania (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk melakukan penilaian secara profesional dan objektif guna menjaring peserta terbaik yang memiliki kualitas di bidang tilawah maupun tartil.

Koordinator Dewan Hakim Tartil dan Tilawah, H. Muslimin, saat diwawancarai awak media di lokasi perlombaan Masjid Baiturrahman, Distrik Wania SP4, Sabtu (13/06/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Ia mengatakan bahwa pada hari tersebut cabang yang diperlombakan adalah tartil dan tilawah. Ia menekankan kepada seluruh dewan hakim agar bekerja secara profesional tanpa dipengaruhi hubungan keluarga maupun asal peserta.

“Alhamdulillah, saya sudah menegaskan kepada seluruh dewan hakim agar benar-benar profesional dalam memberikan penilaian. Kita ingin mencari anak-anak yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang baik dalam lagu, suara, tajwid, serta teknik membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas suara dan kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian karena setiap peserta memiliki ciri khas dan kemampuan tersendiri yang harus dinilai secara objektif.

“Kami tidak boleh melihat siapa keluarganya atau dari distrik mana peserta berasal. Penilaian harus murni berdasarkan kemampuan peserta agar kita mendapatkan bibit-bibit terbaik untuk pembinaan ke depan,” tegasnya.

H. Muslimin menjelaskan bahwa Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mimika berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan kepada peserta yang memiliki potensi.

“Kami akan menempatkan pelatih di setiap distrik untuk membina anak-anak yang memiliki kemampuan dan bakat di bidang tilawah maupun tartil. Harapannya ke depan Mimika mampu melahirkan qari dan qariah berkualitas tanpa harus bergantung pada peserta dari luar daerah,” katanya.

Ia menambahkan, cabang tartil yang diperlombakan diikuti sebanyak 29 peserta dan telah selesai dilaksanakan. Sementara cabang tilawah anak dan dewasa dijadwalkan berlangsung pada siang hingga malam hari dengan jumlah peserta yang cukup banyak.

Di sela kegiatan, salah satu peserta lomba tartil berusia 10 tahun, Nurul, mengaku sempat merasa gugup saat tampil di hadapan dewan hakim dan penonton.

“Awalnya deg-degan, tetapi setelah mulai membaca sudah tidak terlalu gugup lagi,” ungkapnya.

Nurul mengatakan dirinya harus mempelajari ayat yang berbeda sesaat sebelum tampil sehingga membutuhkan konsentrasi lebih saat mengikuti perlombaan.

Ia mengaku telah berlatih cukup lama bersama pembimbingnya, Ustaz Kamsir. Sebelumnya, Nurul berhasil meraih Juara III pada tingkat distrik dan berkesempatan mewakili daerahnya dalam MTQ tingkat kabupaten.

Ketika ditanya mengenai harapannya mengikuti lomba tersebut, Nurul menjawab ingin membanggakan kedua orang tuanya dan menjadi orang yang sukses di masa depan.

Sementara itu, orang tua Nurul menyampaikan dukungan penuh terhadap bakat yang dimiliki putrinya.

“Kami selalu mendukung anak kami mengikuti berbagai perlombaan, terutama lomba keagamaan seperti MTQ ini. Karena memang bakatnya ada di sini, maka kami terus memberikan dukungan dan semangat,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan MTQ, putrinya dapat memperoleh pengalaman, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan MTQ Kabupaten Mimika tahun 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi Qurani sekaligus melahirkan peserta-peserta terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah pada ajang yang lebih tinggi.