Religi

Dharma Santhi Nyepi 1948 Saka di Mimika: “Satu Bumi, Satu Keluarga” Perkuat Harmoni

×

Dharma Santhi Nyepi 1948 Saka di Mimika: “Satu Bumi, Satu Keluarga” Perkuat Harmoni

Sebarkan artikel ini
Foto bersama, Bupati Mimika Johannes Rettob berserta ibu Suzy Rettob, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong berserta para tokoh Hindu di Kabupaten Mimika pada momen Dharma Santhi Nyepi 1948 Saka (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Perayaan Dharma Santhi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 M di Kabupaten Mimika berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mengusung tema Vasudhaiva Kutumbakam (Satu Bumi, Satu Keluarga) sebagai semangat memperkuat harmoni sosial.

Kegiatan ini yang berlangsung di Gedung Serba Guna Pura, Kelurahan Wonosari Jaya SP4, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan persatuan.

“Melalui momentum Nyepi dan Dharma Santhi ini, kita diharapkan mampu mencapai kesucian diri, kedamaian hati, serta mempererat silaturahmi antar sesama,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan yang ada di Mimika merupakan kekuatan besar dalam membangun daerah.

Menurutnya, semangat kebersamaan lintas agama yang selama ini terjalin harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Tema Vasudhaiva Kutumbakam yang diusung dalam kegiatan ini mengandung makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar yang hidup di satu bumi.

Nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan saling menghargai.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung seluruh kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat toleransi dan kerukunan.

Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Santhi, I Putu Eka Siyantha, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah untuk mempererat kebersamaan dan membangun komunikasi yang harmonis antarumat beragama.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, serta seluruh umat Hindu yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

“Dharma Santhi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian, serta membangun sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam pembangunan daerah,” jelasnya.