Kabar Kampung

Selama 4 Tahun Sebanyak 100 Pemuda Nawaripi Ikut Pelatihan di BLK Nawaripi Fokus Kemandirian dan Keterampilan

×

Selama 4 Tahun Sebanyak 100 Pemuda Nawaripi Ikut Pelatihan di BLK Nawaripi Fokus Kemandirian dan Keterampilan

Sebarkan artikel ini
Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun (foto: Nando/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Seperti bara api yang terus dijaga agar tak padam, pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kampung Nawaripi perlahan membakar semangat kemandirian pemuda.

‎Dari awalnya dibiayai dana desa, kini program tersebut mulai berdiri di atas kaki sendiri melalui pengelolaan BUMDes, membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi kampung.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

‎Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyebutkan bahwa program Balai Latihan Kerja (BLK) di kampungnya telah berjalan hingga empat angkatan dan berhasil melatih lebih dari 100 pemuda.

‎Ia menjelaskan, pada tiga angkatan awal, seluruh pembiayaan pelatihan masih menggunakan dana desa. Fokus utama saat itu adalah memberdayakan pemuda asli Kampung Nawaripi agar memiliki keterampilan dasar yang dapat digunakan untuk bekerja.

“Angkatan pertama dan kedua masing-masing diikuti sekitar 30 orang lebih, kemudian angkatan ketiga sekitar 20 orang lebih, dan angkatan keempat juga sekitar 20 orang lebih. Totalnya sudah lebih dari 100 peserta,” ujar Norman.

Memasuki angkatan keempat, pengelolaan BLK mulai beralih ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nawaripi.

‎Dengan sistem ini, pelatihan tidak lagi sepenuhnya gratis, melainkan berbayar sebagai bagian dari upaya menjadikan BLK sebagai sumber pendapatan kampung.

“Angkatan keempat sudah dikelola BUMDes, jadi ini menjadi langkah awal agar pelatihan ini bisa mandiri dan sekaligus menghasilkan pemasukan bagi kampung,” jelasnya.

Meski demikian, Norman mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama. Selama masih bergantung pada dana desa, pelaksanaan pelatihan hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun.

“Kalau BUMDes sudah punya modal kuat, sebenarnya kami bisa lakukan pelatihan dua kali dalam setahun. Tapi saat ini masih terbatas,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tujuan utama dari program BLK bukan sekadar melatih, tetapi menciptakan pemuda yang siap kerja dan mandiri. Para peserta diharapkan mampu langsung terjun ke dunia kerja, khususnya di bidang keterampilan seperti pengelasan.

“Kami ingin setelah ikut pelatihan, mereka bisa bekerja di bengkel las atau bahkan membuka usaha sendiri. Yang penting mereka punya bekal dan terus mengasah kemampuan,” ujarnya.

Kabar Kampung

‎Timika, Torangbisa.com – Bak perahu yang mulai didorong dari tepian menuju arus utama, Kampung Nawaripi kini bersiap melaju menghidupkan potensi wisatanya.

‎Diawali dengan pembersihan lokasi di Mile 21 menggunakan alat berat, pemerintah kampung menata kawasan dayung tradisional sebagai panggung utama berbagai event pada Mei mendatang