Scroll untuk baca artikel
Hukum dan Kriminal

2 Insiden Pembunuhan Bukan Konflik Antar Keluarga Melainkan Kriminal Murni, Pelaku Harus Diproses Hukum

×

2 Insiden Pembunuhan Bukan Konflik Antar Keluarga Melainkan Kriminal Murni, Pelaku Harus Diproses Hukum

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob (foto: Yani/ Torangbisa.com)

Bupati Mimika, Johannes Rettob menanggapi kasus kwamki narama (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan bahwa insiden yang terjadi di Kwamki hari Minggu lalu bukan merupakan konflik antar keluarga atau perang lanjutan, melainkan murni kasus kriminal yang harus diproses sesuai hukum.

Dalam jumpa pers di Kantor Bappeda Kabupaten Mimika, Senin (30/03/2026), Bupati Johannes Rettob menanggapi isu yang berkembang terkait insiden di wilayah Kwamki yang sempat dikaitkan dengan konflik lama antar keluarga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama para pihak terkait sebelumnya telah menyepakati perdamaian antara kelompok yang pernah berkonflik, bahkan kesepakatan tersebut telah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh banyak pihak.

“Sudah tidak ada lagi perang. Semua sudah damai, dan proses perdamaian sudah dilakukan secara resmi,” tegasnya.

Bupati juga menolak keras anggapan bahwa kejadian terbaru merupakan bagian dari konflik lanjutan antara keluarga yang sebelumnya berseteru. Menurutnya, mengaitkan insiden tersebut dengan konflik lama justru dapat memperkeruh situasi.

Sebagai langkah tegas, pemerintah daerah telah meminta aparat penegak hukum untuk menangani kasus tersebut sebagai tindak kriminal biasa.

“Saya sudah minta kepada Kapolres, apabila ada kejadian seperti kemarin, itu kita anggap sebagai kriminal murni. Tangkap pelakunya dan proses sesuai hukum,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan hukum harus dikedepankan untuk menjaga stabilitas keamanan di Mimika, sekaligus memastikan tidak ada lagi konflik horizontal yang berkembang di masyarakat.

Hukum dan Kriminal

Tanah Merah, Torangbisa.com — Komando Operasi (Koops) TNI Habema bersama aparat gabungan berhasil melaksanakan evakuasi terhadap 44 warga pendulang emas dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan yang mengungsi akibat gangguan keamanan oleh kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) beberapa waktu lalu di wilayah tersebut, Senin (25/5/2026).