Mimika

Setelah Membuka Rute Penerbangan Timika-Denpasar, Bupati Mimika Dorong Pembukaan Rute Baru

×

Setelah Membuka Rute Penerbangan Timika-Denpasar, Bupati Mimika Dorong Pembukaan Rute Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob (foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mendorong pembukaan kembali dan penambahan rute penerbangan langsung dari Timika ke sejumlah daerah, termasuk Maluku Tenggara, Ambon, hingga Merauke, guna meningkatkan konektivitas dan pariwisata kawasan timur Indonesia.

Dalam wawancara di Bandara Moses Kilangin, Minggu (29/03/2026), Johannes Rettob mengungkapkan bahwa sebelumnya beberapa rute seperti Timika–Langgur dan Timika–Wamena pernah dibuka, namun kemudian tidak lagi beroperasi.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Menurutnya, penghentian rute tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh rendahnya tingkat ketersediaan penumpang dalam setiap penerbangan.

“Ini sangat tergantung pada persentase penumpang. Kalau tidak mencapai target, tentu maskapai akan mempertimbangkan kembali operasionalnya,” ujarnya.

Untuk itu, ia menekankan kerja sama antar daerah sangat penting, khususnya antara Mimika dan Maluku Tenggara, dalam mendorong sektor pariwisata sebagai penopang utama peningkatan jumlah penumpang.

“Maluku Tenggara punya potensi wisata luar biasa. Hanya saja mungkin kurang promosi, sehingga penumpangnya belum maksimal,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya rencana pembukaan rute baru oleh maskapai, termasuk kemungkinan masuknya AirAsia ke Papua dengan rute Makassar–Timika–Merauke. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap awal.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah mengusulkan pembukaan rute Timika–Nabire dan Timika–Jakarta yang saat ini masih dalam proses perizinan, termasuk melalui maskapai Batik Air.

“Permintaan sudah kita ajukan, sekarang tinggal menunggu izin. Ini memang butuh waktu karena ada aturan yang harus dipenuhi,” katanya.

Ia berharap ke depan Mimika dapat menjadi salah satu hub penerbangan di Papua, sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah tanpa harus transit berulang kali.

“Sekarang ke Merauke saja masih harus lewat Jayapura dan menginap. Ini yang ingin kita ubah, supaya bisa penerbangan langsung,” tegasnya.