MimikaPemerintahan

Program OPD Harus Berdampak Nyata, Wabup Kemong: Bukan Sekadar “Copy-Paste”

×

Program OPD Harus Berdampak Nyata, Wabup Kemong: Bukan Sekadar “Copy-Paste”

Sebarkan artikel ini
Momen Penyerahan Dokumen dalam Forum Perangkat Daerah 2026 di Aula Bappeda Mimika Sekaligus penutupan kegiatan dengan di akhiri oleh pemukulan tifa (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan perencanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat sangat penting dan nyata ketimbang menyusun program secara asal atau hanya menyalin program tahun sebelumnya tanpa evaluasi.

Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin birokrasi, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Ia menjelaskan bahwa hasil forum harus menjadi dasar kuat dalam menentukan arah pembangunan Mimika ke depan.

“Forum ini bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi wadah kita bersama untuk merumuskan kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya,” ujar Kemong.

Dalam arahannya, ia menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir dan pegunungan.

Hal ini sejalan dengan tema pembangunan Mimika, yakni akselerasi ekonomi berbasis kearifan lokal, pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta percepatan digitalisasi.

Lebih lanjut, Kemong mengingatkan agar seluruh OPD tidak lagi menyusun program secara asal atau hanya menyalin program tahun sebelumnya tanpa evaluasi.

Ia menegaskan bahwa setiap program harus memiliki keterkaitan dengan dokumen perencanaan seperti Renstra dan RPJMD, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita tidak ingin lagi ada program ‘copy-paste’ tanpa melihat dinamika di lapangan. Semua harus tepat sasaran dan terukur,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya integritas data dalam perencanaan, kolaborasi lintas sektor, serta menghilangkan ego sektoral antar OPD.

Menurutnya, berbagai persoalan seperti stunting, kemiskinan ekstrem, dan pendidikan tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang terintegrasi.

Kemong mencontohkan penanganan stunting yang melibatkan berbagai OPD seperti dinas kesehatan, dinas pemberdayaan perempuan dan anak, serta instansi terkait lainnya.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi.

“Kita tidak bekerja hanya untuk menghabiskan anggaran, tetapi untuk mencapai tujuan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Wabup Kemong juga mengingatkan sinkronisasi program daerah dengan program nasional sangat penting, termasuk agenda prioritas pemerintah pusat.