Timika, Torangbisa.com – Di balik senyum hangat dan semangatnya yang tak pernah padam, Amelia Elly menyimpan kisah perjuangan yang menginspirasi.
Seorang ibu tunggal dengan dua anak lelaki ini menjalani hidup dengan penuh peran, menghadapi kerasnya kehidupan sekaligus terus melangkah maju.
Sejak menetap di Timika pada tahun 2006, Amelia dikenal sebagai sosok aktif dan multitalenta. Ia adalah pemilik Salon Elly, makeup artist di AE Makeup & Hair Do, pemilik usaha bunga Elly Flower, sekaligus sering tampil sebagai MC di berbagai acara. Tak hanya itu, ia juga menjadi instruktur aerobik, zumba, dan yoga.
Kecintaannya pada dunia olahraga, khususnya lari, mengantarkan Amelia menjadi founder komunitas lari anak-anak “Kidz Runner Timika”. Namun, perjalanan larinya tidak dimulai dengan mudah.
Awal ketertarikannya muncul saat mengikuti sebuah event lari di Kuala Kencana. Kala itu, ia harus berjuang keras menyelesaikan lomba dengan napas tersengal.
Namun satu pemandangan membekas di benaknya seorang pelari bertubuh gemuk yang mampu berlari dengan ringan dan santai.
“Dari situ saya berpikir, kenapa saya tidak bisa?” kenangnya.
Pada Agustus 2019, Amelia mulai serius menekuni lari dengan mengikuti lomba 10K.
Meski masih penuh perjuangan, ia berhasil menyelesaikan lomba, bahkan membawa pulang hadiah sebuah jam Garmin. Namun, perjalanan itu sempat terhenti dan ia vakum dari dunia lari.
Semangatnya kembali tumbuh pada tahun 2021, saat ia terinspirasi dari seorang pelari di media sosial yang rutin berlatih setiap hari. Amelia pun menantang dirinya untuk berlari selama 365 hari tanpa henti.
Namun, cobaan besar datang pada 1 Agustus 2024. Usai menyelesaikan lari sejauh 10 kilometer, ia menerima kabar duka suaminya meninggal dunia, hanya sekitar satu jam setelah ia menyelesaikan larinya.
Kesedihan mendalam membuat Amelia terpuruk. Tantangan 365 hari yang sedang dijalani pun terhenti, dan ia sempat meninggalkan hampir seluruh aktivitasnya.
Di tengah duka, dua anak lelakinya menjadi alasan utama untuk bangkit.
“Saya tidak boleh terus seperti ini. Saya harus bangkit,” ujarnya penuh tekad.
Memasuki tahun 2025, Amelia kembali mengambil langkah besar. Ia mengulang tantangan lari 365 hari, dan kali ini berhasil menuntaskannya dengan luar biasa. Sepanjang tahun tersebut, ia bahkan mencatat total jarak lari mencapai 3.000 kilometer.
Bagi Amelia Elly, lari bukan sekadar olahraga. Lari adalah ruang penyembuhan, cara untuk menguatkan diri, dan bukti bahwa usia bukanlah batas untuk bangkit dari keterpurukan.
Amelia telah membuktikan bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, bisa membawa seseorang melewati luka dan mencapai garis finish kehidupan.

















