Scroll untuk baca artikel
Politik

Wakil Ketua DPRK Mimika Minta Implementasi Otsus Nyata, Soroti Aksi Demo ASN

×

Wakil Ketua DPRK Mimika Minta Implementasi Otsus Nyata, Soroti Aksi Demo ASN

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas (foto: Riki Losari/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat dengan meminta agar implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua benar-benar dijalankan dalam penataan birokrasi dan jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.

Asri mengatakan bahwa implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua harus benar-benar dijalankan secara nyata dan tidak hanya sebatas aturan di atas kertas.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Menurutnya, semangat Otsus harus terlihat dalam praktik pemerintahan, khususnya dalam tata kelola birokrasi dan penempatan pegawai di jabatan strategis.

“Kami berharap implementasi Otsus itu betul-betul dijalankan. Jangan hanya Otsus itu di atas kertas saja, tetapi harus bisa diterapkan dalam tata birokrasi dan tata pegawai,” ujar Asri.

Ia juga menilai bahwa banyak ASN dari kalangan Orang Asli Papua (OAP), khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menduduki jabatan penting di pemerintahan daerah.

“Saya pikir teman-teman dari Amungme dan Kamoro yang ASN juga sudah punya kapasitas yang cukup. Jika diberikan kesempatan, mereka bisa mengisi jabatan-jabatan strategis,” katanya.

Asri menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu tanggapan resmi dari Bupati Mimika terkait situasi yang berkembang.

Ia berharap kepala daerah dapat membuka ruang dialog agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara baik.

“Kita berharap kepala daerah bisa membuka hati dan membuka ruang untuk hal tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti beberapa hal teknis yang terjadi saat proses pelantikan pejabat beberapa waktu lalu yang dinilai kurang matang.

Menurutnya, hal tersebut terlihat saat pembacaan surat keputusan (SK) pelantikan yang tidak dilakukan secara formal sebagaimana mestinya.

“Saya pikir kemarin ada kesalahan teknis. Saat pembacaan SK terlihat kurang etis karena seharusnya dibaca dari dokumen resmi, tapi ada yang disodorkan dari handphone. Itu menunjukkan persiapannya mungkin belum terlalu matang,” jelasnya.

Meski demikian, Asri mengimbau para ASN yang saat ini menyuarakan aspirasi agar tetap bersabar dan memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk menata kembali kebijakan yang dapat diterima semua pihak, terutama dalam semangat Otsus bagi Orang Asli Papua.

Ia berharap situasi yang terjadi dapat segera diselesaikan melalui dialog yang baik demi menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Mimika.

Politik

Timika, Torangbisa.com – Delapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika kompak menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah saat menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Mimika dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Politik

Timika, Torangbisa.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau, memastikan ketidakhadiran Bupati Mimika dalam pembukaan Rapat Paripurna Masa Sidang II bukan karena menghindari pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, melainkan karena sedang mengikuti agenda nasional.

Politik

Timika, Torangbisa.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang II dengan agenda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Mimika Tahun Anggaran 2025 serta Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (PP-APBD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2025, di ruang sidang DPRK Mimika, Selasa (28/7/2026).

Politik

Timika, Torangbisa.com – Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Yosep Temorubun, S.H., menanggapi berbagai opini yang berkembang di tengah masyarakat terkait tudingan bahwa Bupati Mimika lebih sering berada di luar daerah dibandingkan menjalankan tugas di Kabupaten Mimika.