Timika, Torangbisa.com – Anggota DPRK Kabupaten Mimika, Hj. Rampeani Rachman, mengungkapkan bahwa pihak DPRK Mimika mendukung penuh visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika.
Namun, ia mengingatkan percepatan program pendidikan sangat penting, khususnya pemerataan layanan dan pelaksanaan makan siang tambahan bagi siswa di wilayah pesisir.
Saat diwawancarai awak media di Hotel Serayu, Kamis (16/04/2026), Hj. Rampeani Rachman menyampaikan bahwa DPRK memiliki komitmen untuk mendukung dan menyukseskan program kerja kepala daerah yang baru menjabat sekitar satu tahun.
“Visi dan misi Pak Bupati dan Wakil Bupati, kami semua sepakat dan tugas kami adalah mendukung serta menyukseskan. Namun kita juga harus memahami bahwa semua itu butuh proses,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan kepemimpinan tentu membawa perbedaan program yang membutuhkan waktu untuk penyesuaian dan pembenahan, sehingga tidak bisa dinilai secara instan.
Meski demikian, ia menilai sektor pendidikan dan kesehatan, khususnya di wilayah pesisir, masih perlu mendapat perhatian lebih serius. Salah satu yang disoroti adalah belum optimalnya pemerataan layanan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.
“Visi pemerintah adalah kesetaraan antara sekolah negeri dan swasta. Namun ini membutuhkan regulasi, karena sekolah swasta dikelola yayasan sehingga penyaluran anggaran negara harus melalui aturan yang jelas,” jelasnya.
Rampeani menilai, pemerintah daerah saat ini kemungkinan masih dalam tahap menyiapkan regulasi agar kebijakan tersebut dapat berjalan adil dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, ia secara khusus meminta agar program makan siang tambahan bagi siswa segera direalisasikan kembali. Program tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kehadiran siswa di sekolah, terutama di wilayah pesisir.
“Berbicara makanan itu sangat berpengaruh pada kehadiran anak sekolah. Banyak anak yang terpaksa meninggalkan sekolah karena tidak ada makanan di rumah dan ikut orang tua mencari nafkah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut bahkan telah menjadi kebiasaan yang sulit diubah tanpa intervensi nyata dari pemerintah.
“Kalau kita tidak segera ambil langkah, mereka akan terus meninggalkan sekolah. Karena itu saya minta dengan hormat kepada Pak Bupati dan dinas terkait untuk segera menjalankan kembali program makan siang tambahan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong pimpinan OPD untuk tetap melanjutkan program-program baik yang telah dijalankan sebelumnya, sekaligus mengembangkannya menjadi lebih baik.
“Program yang sudah baik jangan dihentikan, tapi dilanjutkan dan ditingkatkan. Itu yang akan mempercepat kemajuan,” pungkasnya.








