Timika, Torangbisa.com – Koordinator Moker, Billy Laly, berharap Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan mogok kerja karyawan di lingkungan PT Freeport Indonesia tidak hanya memanggil pihak perusahaan utama, tetapi juga melibatkan perusahaan privatisasi dan kontraktor yang selama ini menjadi bagian dari sistem kerja para pekerja.
Hal tersebut disampaikan Billy Laly saat diwawancarai awak media di sebuah kafe di Jalan Budi Utomo, Timika, Kamis (05/03/2026).
Menurut Billy, jika melihat judul dan tujuan pembentukan pansus, maka proses penyelesaian persoalan mogok kerja harus melibatkan seluruh pihak yang berkaitan langsung dengan para pekerja.
“Kalau kita membaca judul pansus itu kan mengarah kepada proses penyelesaian mogok kerja karyawan Freeport, baik yang berada di perusahaan utama, privatisasi maupun kontraktor,” ujar Billy.
Ia menjelaskan bahwa dalam struktur kerja di area tambang, terdapat pekerja yang bekerja langsung di bawah perusahaan utama, tetapi ada juga yang berada di bawah perusahaan privatisasi maupun kontraktor. Karena itu, tanggung jawab terhadap pekerja tidak hanya berada pada satu perusahaan saja.
Billy menilai pansus memiliki kewenangan untuk memanggil seluruh pihak yang terlibat agar proses penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara menyeluruh dan adil.
“Kami berharap pansus juga bisa memanggil pihak-pihak dari perusahaan privatisasi dan kontraktor, karena ranah tanggung jawab mereka berbeda secara organisasi perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya mewakili sekitar 8.300 pekerja yang tergabung dalam Kesatuan Unsur Mogok Kerja (Moker). Namun menurutnya, pembahasan yang disampaikan lebih banyak mewakili kondisi pekerja langsung.
Karena itu, Billy berharap pansus dapat memperluas pembahasan dengan menghadirkan seluruh pihak yang berkaitan dengan pekerja yang terlibat dalam persoalan mogok kerja tersebut.
“Harapan kami pansus menggunakan haknya untuk memanggil pihak-pihak privatisasi maupun kontraktor yang juga terlibat dalam kesatuan unsur Moker 8.300,” pungkasnya.















