Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan salah satu indikator penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurut Reynold, air bersih tidak hanya berkaitan dengan pembangunan industri air minum dalam jangka panjang, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari, termasuk pemanfaatan air sumur oleh warga.
“Air bersih itu salah satu indikator SDGs. Tapi kalau industri air minum itu jangka panjang. Hari ini yang bisa kita pikirkan adalah bagaimana air sumur yang dipakai dan diminum masyarakat itu juga harus didiskusikan bersama, termasuk dengan UNICEF,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika melihat presentasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pembangunan infrastruktur air bersih dalam empat tahun terakhir sejak 2022 menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Infrastruktur yang disiapkan oleh Pemda sudah sangat bagus. Tapi apa yang direkomendasikan dalam roadmap UNICEF harus dikaji berdasarkan data. Kita tidak bisa membuat peta jalan tanpa berangkat dari data yang jelas,” tegasnya.
Reynold menambahkan, dari sekitar 14.000 sambungan air, lebih dari 50 persen masyarakat telah menikmati layanan air bersih hingga Juni 2025. Namun demikian, ia menilai tantangan terbesar bukan lagi pada aspek teknis.
“Catatannya sebenarnya pada faktor non-teknis, yaitu bagaimana dukungan masyarakat. Infrastruktur teknis sudah siap, teman-teman di PU sudah bekerja dengan baik. Tapi masyarakat juga harus menjaga fasilitas yang ada, tidak merusak saluran air, dan ikut berinisiatif dalam pemeliharaan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas tindak lanjut pemerintah daerah terhadap hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2022, yang kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia serta pembahasan di tingkat provinsi.
“Ini berangkat dari hasil riset kesehatan dasar tahun 2022, kemudian ditindaklanjuti oleh Pemda bersama PT Freeport Indonesia, dan hari ini kita sudah bisa berdiskusi di level provinsi. Ini langkah yang baik,” tutup Reynold.














