Scroll untuk baca artikel
Halo PolisiPeristiwa

Tujuh Warga Jila Masih Hilang, Dua Korban Berhasil Kabur dari Kelompok Penculik

×

Tujuh Warga Jila Masih Hilang, Dua Korban Berhasil Kabur dari Kelompok Penculik

Sebarkan artikel ini
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com — Upaya pencarian terhadap tujuh warga Distrik Jila, Kabupaten Mimika, yang sebelumnya dilaporkan diculik kelompok bersenjata masih terus dilakukan.

Dua sari sembilan warga yang sempat dilaporkan menjadi korban diketahui berhasil melarikan diri.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak mengungkapkan, informasi terbaru menyebutkan bahwa dua warga yang berhasil meloloskan diri tersebut mengalami kondisi berbeda. Satu warga ditemukan dalam keadaan hidup, sedangkan satu lainnya dilaporkan meninggal dunia di wilayah Bela.

“Dari dua wanita yang sebelumnya kita pernah laporkan, ada dua yang melarikan diri. Ternyata betul, satu telah meninggal dan satunya hidup,” kata Alfredo saat memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut, Kamis (10/9/2026).

Menurut Alredo, warga yang selamat hingga kini masih berada di wilayah Bela. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak keluarga, warga tersebut sedang mendapatkan perawatan.

“Informasi yang kami dapat dari keluarga, masih di Bela. Sampai sekarang kita belum tahu kepastiannya lagi. Memang ada rencana di awal mereka akan dibawa ke Jila, cuma belum tahu kepastiannya,” ujarnya.

Kondisi geografis yang sulit serta terbatasnya jaringan komunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat untuk memastikan kondisi dan keberadaan warga tersebut.

Alredo menjelaskan, komunikasi dengan keluarga korban juga tidak dapat dilakukan secara normal karena keterbatasan jaringan telekomunikasi. Informasi sejauh ini diperoleh melalui radio SSB yang digunakan oleh masyarakat setempat.

“Memang kendala yang paling sulit adalah komunikasi. Di sana sinyal sulit, makanya kami masih bisa komunikasi dengan keluarga itu pun melalui radio SSB yang ada mereka punya,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus mencari langkah yang memungkinkan untuk mengevakuasi warga yang masih hidup dari Bela menuju lokasi yang lebih aman.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin, sebisa mungkin bagaimana mencari cara untuk kita evakuasi yang hidup ini. Itu rencana ke depan,” tegas Alredo.

Sementara itu, warga yang dilaporkan meninggal dunia juga diketahui berada di wilayah Bela. Berdasarkan informasi yang diterima aparat, jenazah warga tersebut telah dimakamkan atau menjalani prosesi pembakaran sesuai dengan tradisi masyarakat setempat.

Alredo memastikan, jumlah warga yang masih dalam pencarian saat ini sebanyak tujuh orang. Angka tersebut diperoleh setelah aparat mengonfirmasi data sembilan warga yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban.

“Dari data yang sudah kita konfirmasi nama-namanya dan informasi yang kita peroleh, memang di awal sembilan. Kalau sudah dua ini ada, berarti tinggal tujuh. Itu yang terkonfirmasi,” ungkapnya.