Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Di Tengah Duka Keluarga Korban, Kapolres Mimika Berikan Bantuan dan Pastikan Pencarian Terus Berjalan

×

Di Tengah Duka Keluarga Korban, Kapolres Mimika Berikan Bantuan dan Pastikan Pencarian Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Rumbiak didampingi Wakapolres Binjai, Kompol Jaihot Limbong saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan keluarga korban (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com — Di tengah suasana duka yang masih dirasakan keluarga korban insiden penculikan di wilayah Distrik Jila beberapa waktu lalu, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak bersama jajarannya mendatangi rumah duka di Jalan WR Supratman, Timika, Kamis (10/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan bahan makanan kepada keluarga korban. Kapolres juga mendengarkan langsung kondisi dan aspirasi keluarga yang hingga kini masih menanti kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka yang belum ditemukan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Saya pribadi bersama seluruh jajaran mengucapkan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa adik kita ini. Kami juga mengerti perasaan Bapak dan Ibu semua,” ujar Alredo di hadapan keluarga korban.

Dalam pertemuan itu, Kapolres memastikan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan terus dilakukan.

Pihak kepolisian, kata dia, terus membangun komunikasi dan jaringan informasi di wilayah Alama maupun Jila untuk mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan korban.

Tidak hanya mengandalkan upaya kepolisian, proses pencarian juga melibatkan tokoh adat. Alredo mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Ketua Adat Nduga yang menyatakan kesediaannya membantu pencarian dengan mengutus sejumlah orang menuju wilayah yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

“Beliau akan mengutus orang ke sana untuk berkomunikasi dan mencari. Bahkan sudah menunjuk orang-orang untuk bergerak masuk mencari sisa yang lain,” katanya.

Kapolres menegaskan, proses pencarian harus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan tidak menimbulkan persoalan baru. Karena itu, ia meminta keluarga maupun masyarakat untuk tetap menahan diri serta tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk situasi.

“Saya mohon kepada pihak keluarga untuk terus menjaga diri dan menahan diri, jangan melakukan hal-hal yang bisa merugikan kita semua,” tegasnya.

Alredo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang beredar di media sosial. Menurutnya, informasi yang belum jelas kebenarannya justru dapat memperkeruh keadaan dan memicu persoalan baru.

Ia secara khusus meminta masyarakat tidak mengaitkan aksi kekerasan tersebut dengan persoalan antarsuku.

Menurut Alredo, tindakan kelompok yang melakukan kekerasan tidak dapat digeneralisasi sebagai tindakan suatu suku atau masyarakat tertentu.

“Ini bukan masalah kita bicara suku-suku di sini. Ini tidak bicara suku. Pelaku ini murni orang yang memang berseberangan dengan kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Nduga secara keseluruhan tidak dapat dikaitkan dengan aksi kelompok yang melakukan kekerasan.

“Jangan bilang orang Nduga yang melakukan. Ini kelompok yang berseberangan, yang juga dengan kami TNI-Polri berseberangan, yang sedang kita cari dan buru,” katanya.

Kapolres mengajak seluruh masyarakat Mimika yang hidup dalam keberagaman untuk tetap menjaga hubungan kekeluargaan dan kerukunan.

“Kita semua saudara. Ada yang menikah dengan orang Nduga, ada orang Amungme menikah dengan Nduga. Masalah kejahatan ini bukan berdasarkan suku,” katanya.

Sementara itu, perwakilan keluarga sekaligus tokoh masyarakat, Pdt. Yoprinus Piligame, menyampaikan bahwa keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan korban lainnya.

Ia mengatakan proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca dan akses transportasi menuju wilayah yang menjadi lokasi pencarian.

“Kita masih belum memastikan karena cuaca yang sedang kabut dan keadaan juga seperti ini,” ujar Yoprinus.

Menurutnya, masyarakat yang berada di Timika juga mengalami kesulitan untuk kembali ke kampung halaman. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membantu kelancaran transportasi bagi masyarakat yang hendak melakukan pencarian.

Yoprinus menegaskan, keinginan masyarakat untuk masuk ke lokasi pencarian semata-mata bertujuan menemukan anggota keluarga yang belum diketahui keberadaannya.

“Kita masuk pencarian. Kita bukan niat yang tidak baik. Kita harus sama-sama melakukan pencarian,” katanya.

Sementara terkait persoalan pertempuran maupun kontak senjata yang mungkin terjadi di wilayah tersebut, Yoprinus menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.

“Kalau bagian dari pertempuran, bagian dari tembak-menembak, itu urusan mereka,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat tidak menjadikan tragedi tersebut sebagai alasan untuk membangun permusuhan antarsuku.

“Papua ini kita harus damai. Berapa suku yang ada di sini, Mimika ini, kita harus lihat yang baik. Tidak boleh ada bermusuhan satu sama yang lain,” katanya.

Yoprinus mengajak seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang untuk tetap mengedepankan kemanusiaan dan menjaga sikap netral.

“Kita ini pikiran netral. Semua suku ada di sini. Kita harus sama-sama,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi keterlibatan Ketua Adat Nduga dalam membantu membuka jalur komunikasi dan mendukung proses pencarian korban.

“Kita harus berdoa supaya bagaimana Kepala Suku itu mencari jalan sampai keluarga bisa ditemukan. Itu yang saya sampaikan,” katanya.

Di akhir pertemuan, Kapolres Mimika kembali meminta masyarakat memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu proses pencarian kepada pihak kepolisian.

Jajaran kepolisian di lapangan juga membuka ruang komunikasi agar setiap informasi dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Kapolres berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman sembari proses pencarian terus dilakukan. Ia juga meminta keluarga dan masyarakat tidak terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memicu konflik.

“Doakan saya beserta jajaran agar kita semua bisa mendapatkan semuanya ini. Jangan mudah terprovokasi dengan bahasa-bahasa di luar,” pungkasnya.