Morotai, Torangbisa.com — Dua atlet bulutangkis yang mewakili Kabupaten Pulau Morotai berhasil melaju hingga partai final Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bulutangkis Piala Gubernur Maluku Utara 2026.
Meski belum meraih gelar juara, pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Pulau Morotai, Muhamad Rizki.
Kedua atlet tersebut adalah BRIPTU Abd. Rasyid K. Bayan dari Seksi Propam dan BRIPTU Magrival M. Djen dari Satuan Intelkam Polres Pulau Morotai.
Keduanya memperkuat kontingen Morotai dalam kejuaraan yang berlangsung di Gedung Dhuafa Center, Kota Ternate.
Pada partai final, Minggu (11/10/2026) pukul 17.00 WIT, kontingen Morotai berhadapan dengan kontingen Kabupaten Halmahera Timur. Pertandingan berlangsung ketat hingga game ketiga, sebelum akhirnya kemenangan diraih oleh wakil Halmahera Timur.
Muhamad Rizki mengapresiasi perjuangan kedua atlet yang mampu mencapai partai puncak.
Menurutnya, keberhasilan menembus final merupakan pencapaian yang patut dibanggakan sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan prestasi bulutangkis di Kabupaten Pulau Morotai.
Ia berharap pengalaman bertanding di tingkat provinsi dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet untuk memperbaiki kemampuan teknis, memperkuat mental bertanding, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Kedua personel Polres Pulau Morotai tersebut sebelumnya ditunjuk langsung oleh Muhamad Rizki untuk memperkuat kontingen Morotai pada Kejurda Bulutangkis Piala Gubernur Maluku Utara 2026.
Sementara itu, BRIPTU Abd. Rasyid K. Bayan dan BRIPTU Magrival M. Djen menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., serta PBSI Kabupaten Pulau Morotai atas dukungan dan motivasi yang diberikan selama mengikuti kejuaraan.
Bagi keduanya, kesempatan tampil hingga partai final menjadi pengalaman berharga untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas permainan.
Muhamad Rizki berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi generasi muda di Pulau Morotai agar lebih giat berlatih dan berani mengikuti berbagai kompetisi. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, ia optimistis atlet-atlet daerah memiliki peluang untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Keberhasilan mencapai final juga menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses latihan, kedisiplinan, kerja keras, dan sportivitas yang ditunjukkan selama pertandingan.

















